PANDAAN, Metrosurya.com – Setelah dilakukan Pemasangan Banner terkait Penutupan Warkop Karaoke di kawasan Ruko Meiko Pandaan Square Pandaan dilakukan oleh Pemerintah Desa Nogosari Kecamatan Pandaan Pasuruan bersama Warga pada hari Rabu sore, (17/12/2025) sekitar pukul 17.20 WIB, puluhan warga Pro penutupan warkop karaoke melanjutkan aksinya sweeping di rabu malam hari hingga kamis dini hari tadi.
Beruntungnya, aroma pertikaian tersebut sudah dicium oleh pihak Kepolisian Polres Pasuruan yang mengerahkan puluhan personilnya berkoordinasi dengan Polsek Pandaan bersama Koramil Pandaan yang sudah siap siaga mengamankan kawasan Ruko Meiko Pandaan Square Pandaan sehingga aksi hal hal yang tidak diinginkan pun tidak terjadi.
Baca Juga: Sidang Perdana Sudewo Diserbu Pendukung, Pengadilan Tipikor Semarang Dipadati Massa
Aksi duel adu mulut, saling tujuk antar sesama warga Desa Nogosari pun terjadi. Masa pro penutupan memaksa penutupan dan sedangkan masa kontra menolak penutupan. “Nogosari duduk koen tok”, saut salah satu peserta aksi dengan lantangnya.
Plt. Kapolsek Pandaan, AKP Dante Anan Irawanto, S.H., M.Hum terlihat dengan humanisnya berusaha memediasi dan menenangkan ketegangan antar warga. “sik-sik sabar-sabar sudah-sudah’, ucapnya.
Baca Juga: PT SSP Ubah Konsep Pembangunan; Real Estate menjadi Wisata Alam Terpadu
Aroma pungli (pungutan liar) dari bisnis warkop karaoke pun tercium semerbak dilakukan oleh Kepala Desa Nogosari. Salah seorang pengelola warkop karaoke pun terlihat berdebat sengit dengan Kepala Desa Nogosari. “sampean mek gelem duik e tok”, teriaknya. Sedangkan Kades Sunariyah hanya diam tak bergeming dengan teriakan tersebut.
Secara terpisah Kepala Desa Sunariyah menyampaikan kalau warkop menyalahi pelanggaran kesepakatan awal. "Silakan buka kalo seperti warkop biasa, tidak ada room dan LC, subuh kaet tutup”, kilahnya.
Baca Juga: Pansus Real Estate DPRD Kabupaten Pasuruan Masuki Finalisasi
Kepada awak media, warga yang kontra penutupan menyatakan “kan iku wes ditulis mas nang point ke 4, oleh buka warkop e tapi kok dikongkong nutup, wong ga onok sing nyanyi blas”, sambil menunjuk banner baliho yang tertempel di papan Nama Meiko.
“trus sing nang terminal sing jelas ketok moto ga ditutup pisan ta?”, protesnya.
Editor : redaksi