Metrosurya.com,PASURUAN – Manajemen PT Stasionkota Sarana Permai (SSP) secara resmi mengumumkan perubahan total rencana pengembangan lahan di lereng Gunung Arjuno-Welirang, Prigen, dari proyek pemukiman menjadi Wisata Alam Terpadu (WAT). Transformasi konsep ini disampaikan langsung oleh perwakilan perusahaan, Teguh Djatmiko, sebagai respons atas aspirasi masyarakat dan hasil koordinasi dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Pasuruan pada Rabu (1/4/2026).
Langkah strategis tersebut diambil untuk meredam kekhawatiran publik sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pelestarian ekosistem hutan di kawasan tangkapan air tersebut.
Baca Juga: Pansus Real Estate DPRD Kabupaten Pasuruan Masuki Finalisasi
Dalam rancangan terbarunya, pengembang mengklaim telah menggandeng konsultan berkompeten guna memastikan proyek Wisata Alam Terpadu memenuhi standar kepatuhan lingkungan dan mitigasi risiko yang ketat.
Teguh menegaskan bahwa rencana pembangunan real estate sebelumnya telah dibatalkan demi menjaga keseimbangan ekologi di area berketinggian tinggi tersebut. Pihak manajemen kini mengusung prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang mengintegrasikan aspek sosial dan ekonomi tanpa mengabaikan fungsi hutan sebagai penyangga alam yang vital bagi warga sekitar.
Pihak PT SSP memproyeksikan bahwa pembukaan lahan untuk fasilitas wisata nantinya akan dibatasi di bawah 35 persen dari total luas area, sementara sisa lahan akan dipertahankan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Baca Juga: Bupati Pasuruan Tolak Alih Fungsi lahan hutan di kawasan Prigen oleh PT Stasionkota Saranapermai
Konsep ini mengedepankan kepadatan bangunan yang rendah dengan tetap mempertahankan tegakan pohon yang ada guna menjaga keasrian wilayah. Teguh selaku perwakilan dari PT SSP meyakinkan masyarakat bahwa keberadaan destinasi wisata ini tidak akan menggunduli hutan, melainkan justru akan menata kawasan hijau agar lebih terpelihara dan terawat dibandingkan kondisi saat ini.
Selain aspek lingkungan, perusahaan optimis kehadiran Wisata Alam Terpadu akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Manajemen berharap warga tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan, sebab proyek ini dirancang untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di sekitar lokasi. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan ekologis, PT SSP berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog bersama tokoh masyarakat guna memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kepentingan publik.
Baca Juga: Bupati Pasuruan Lantik Pejabat Pratama, Jabatan Bukan untuk Titipan
Mas Indra (3/4/2026) sebagai warga lokal Prigen menyampaikan keluhannya kepada awak media , “ini bukan masalah iming iming lapangan pekerjaan atau dampak ekonomi Mas, Tapi resiko bencana alam.
Kawasan lereng Gunung Arjuno-Welirang itu kawasan rawan bencana. Jika dieksploitasi secara berlebihan oleh keserakahan manusia untuk kepentingan pribadi pasti akan timbul resiko kedepannya. Jika vegetasi dibabat habis akan berakibat gangguan pada alam dan bencana sepert tanah Longsor, terganggunya ketersediaan air bersih , banjir bandang, menghilangkan habitat satwa dan keaneka ragaman hayati, perubahan iklim dan kualitas lingkungan , peningkatan suhu menjadi semakin panas, mengganggu kelembapan udara serta potensi resiko polusi air dan udara. Trus hak hak kita dan anak cucu kita besok gimana?”, pungkasnya.
Editor : redaksi