BONDOWOSO, Kekeringan mulai dirasakan sejumlah daerah di Jawa Timur. Warga di beberapa wilayah harus menghadapi keterbatasan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Desa Purnama, Kecamatan Tegalame Kabupaten Bondowoso, serta Dusun Sumber dan Dusun Telaga, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Di Desa Purnama, warga bahkan harus menunggu distribusi air bersih yang datang secara berkala. Dalam kondisi tertentu, bantuan air hanya bisa diterima satu hingga dua kali dalam sepekan. Penantian tersebut menjadi rutinitas warga ketika sumber air mulai mengering.
Kondisi serupa dialami masyarakat Dusun Sumber dan Dusun Telaga, Desa Kunjorowesi. Wilayah yang berada di lereng Gunung Penanggungan tersebut mengalami kesulitan air karena sumber air warga mulai tidak mengalir.
Menjawab kebutuhan tersebut, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP JBTB menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Sebanyak 11 tangki atau sekitar 50.000 liter air bersih didistribusikan ke wilayah Bondowoso dan Mojokerto pada 28–29 Agustus 2026.
Kedatangan truk tangki disambut antusias warga. Mereka langsung berdatangan membawa berbagai wadah untuk menampung air yang akan digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak, mandi, hingga kebutuhan ternak.
Bagi warga, kedatangan air bersih menjadi kabar yang sangat dinantikan. Sebab, untuk mendapatkan air, mereka terkadang harus menunggu berhari-hari atau menempuh jarak yang cukup jauh.
Manager YBM PLN UIP JBTB Achmad Fatkhurrozi mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk amanah dari para Muzakki PLN untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi krisis air.
“Kita hadir untuk menyalurkan amanah Muzakki PLN dalam menghadirkan air bersih untuk daerah yang mengalami kekeringan. Selain itu, kami juga melakukan survei terhadap daerah yang berpotensi untuk dilakukan pengeboran sumur maupun pipanisasi, sehingga ada solusi jangka panjang dalam menghadapi kesulitan air bersih,” ujarnya.
Baca Juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional, YBM PLN UIP JBTB dan PIKK Gelar Kado Kemerdekaan Bersama Anak Yatim
Menurut dia, kebutuhan air bersih tidak hanya dirasakan masyarakat untuk keperluan rumah tangga. Sejumlah sekolah di wilayah terdampak juga mengalami kesulitan air sehingga turut mendapatkan distribusi air bersih.
“Sekolah yang mengalami kesulitan air juga kita droping untuk memenuhi kebutuhan selama proses pembelajaran berlangsung,” imbuhnya.
Sementara itu, Sunarto, salah seorang warga Desa Purnama, Bondowoso, mengaku bersyukur dengan bantuan air bersih yang diberikan YBM PLN UIP JBTB.
“Alhamdulillah YBM PLN mengirim air untuk kami. Kami sangat membutuhkan sekali. Di sini mulai kering sehingga harus pergi jauh untuk mengambil air. Kadang sudah jauh-jauh mengambil air, ternyata tidak keluar juga,” ungkapnya.
Baca Juga: Villa Welirang WS Trawas Jadi Sorotan, Peserta Gathering Kritik Fasilitas dan Kenyamanan Penginapan
Sunarto berharap bantuan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya para donatur PLN yang telah membantu masyarakat menghadapi kekeringan.
“Berkah untuk semua donatur YBM PLN,” tuturnya.
YBM PLN UIP JBTB memastikan penyaluran air bersih menjadi bagian dari upaya respons terhadap kondisi kekeringan sekaligus penjajakan solusi berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan saat krisis, tetapi juga diupayakan memiliki akses air bersih yang lebih memadai dalam jangka panjang. (@dex)
Editor : redaksi