Warga Sememi Kidul RW 04 Tuntut Kompensasi Rp250 Juta, Soroti Dampak AMDAL Proyek JLLB

avatar redaksi

SURABAYA — Dalam aksi demonstrasi, warga Sememi Kidul, RW 04, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait dampak aktivitas pembangunan proyek di wilayah mereka. Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang melibatkan warga, pengurus RW, pihak kontraktor PT Modern Widya Technical, serta unsur pemerintah setempat, Senin (31/8/2026).

Salah satu tuntutan utama warga adalah kompensasi sebesar Rp250 juta sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dampak yang dirasakan selama berlangsungnya pembangunan. Dampak tersebut antara lain berupa polusi debu, suara, getaran, dan kebisingan.

Baca Juga: Warga RW 4 Sememi Gelar Aksi Protes Proyek JLLB, Soroti Kerusakan Rumah dan Minimnya Sosialisasi

Selain kompensasi, warga meminta adanya mekanisme yang jelas apabila aktivitas proyek menyebabkan kerusakan pada rumah warga dalam radius hingga 200 meter dari lokasi proyek.

Warga juga meminta agar jam operasional pekerjaan dibatasi mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Pembatasan tersebut diharapkan dapat mencegah aktivitas proyek yang menimbulkan kebisingan dan getaran mengganggu waktu istirahat serta aktivitas masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, warga Sememi Kidul RW 04 juga meminta pihak kontraktor memberikan prioritas kepada masyarakat sekitar dalam perekrutan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan proyek.

Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bagian dari aspirasi warga agar keberadaan proyek tidak hanya memberikan dampak pembangunan, tetapi juga membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi.

Perwakilan PT Modern Widya Technical, Fazril, menyatakan pihaknya akan melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal, termasuk untuk kebutuhan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pekerjaan lainnya sesuai kebutuhan proyek.

Fazril juga membuka ruang bagi warga yang memiliki calon tenaga kerja untuk mengajukan diri sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan proyek.

Sementara itu, Ketua RW 04 Sememi, Tohir, mengusulkan pembangunan kanopi di lokasi makam Mbah Ahmad Ali sebagai bentuk kontribusi sosial pihak pelaksana proyek terhadap lingkungan RW 04.

Makam tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan religi bagi masyarakat setempat serta menjadi salah satu lokasi yang kerap didatangi peziarah.

Dalam pertemuan sebelumnya, warga juga menyoroti kebutuhan akses jalan tembus dari kawasan JLLB menuju makam Mbah Ahmad Ali.

Akses tersebut dinilai penting, terutama bagi peziarah yang datang menggunakan kendaraan umum atau bus. Warga menilai kendaraan berukuran besar akan kesulitan masuk apabila harus melewati jalan kampung sehingga diperlukan akses langsung menuju lokasi makam.

Warga meminta agar rencana akses tersebut tidak diarahkan melalui kawasan perumahan, melainkan dibuat sebagai jalan tembus yang memberikan akses langsung dari JLLB menuju makam Mbah Ahmad Ali.

Pihak PT Modern Widya Technical selaku pelaksana proyek menyatakan siap menindaklanjuti laporan kerusakan bangunan warga yang terbukti berkaitan dengan aktivitas proyek.

Namun, warga diminta melengkapi laporan dengan dokumentasi sebagai bagian dari proses administrasi dan verifikasi.

“Jika memang terjadi kerusakan terhadap pihak ketiga atau warga sekitar, kami akan melakukan perbaikan. Namun, kami mohon dokumentasi foto disampaikan kepada kami karena tetap ada administrasi yang harus dilakukan,” ujar Fazril, yang disebut sebagai General Manager (GM) PT Modern Widya Technical.

Baca Juga: AMI Kepung Kanwil Ditjen PAS Jatim, Bongkar Dugaan Bobroknya Pengawasan Lapas

Terkait tuntutan kompensasi sebesar Rp250 juta, pihak kontraktor menyatakan masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut.

Menurut Fazril, nominal kompensasi tersebut tidak tercantum dalam kontrak proyek pemerintah maupun dalam item Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

“Kami memahami dan menyadari tuntutan dari Bapak dan Ibu sekalian. Namun, terkait nominal kompensasi, kami membutuhkan waktu untuk membahasnya kembali,” kata Fazril.

Untuk menjaga kenyamanan masyarakat, pihak kontraktor menyatakan akan melakukan penyesuaian terhadap aktivitas proyek.

Pekerjaan pemancangan yang menimbulkan getaran dan kebisingan akan dihentikan pada pukul 17.00 WIB.

Pihak kontraktor juga menyatakan kesediaannya menghentikan aktivitas setiap kali azan berkumandang. Selain itu, pekerjaan dapat dihentikan apabila masyarakat menyampaikan adanya kegiatan keagamaan yang membutuhkan suasana tenang.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap aktivitas ibadah dan kehidupan sosial masyarakat di sekitar proyek.

Pertemuan di lokasi aksi demonstrasi tersebut turut dihadiri Camat Benowo Yuri Widarko, S.H., serta Lurah Sememi Tiyar Junaedi, S.TP., M.KKK.

Pemerintah setempat meminta seluruh aspirasi warga dicatat dan disampaikan kepada dinas terkait untuk menjadi bahan kajian, terutama mengenai persoalan akses jalan dan dampak pembangunan.

Pemerintah juga mendorong komunikasi antara warga, pengurus RW, dan pihak kontraktor agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog.

“Apa yang disampaikan Pak RW merupakan aspirasi masyarakat. Saya berharap seluruh masukan yang disampaikan warga dapat diteruskan kepada dinas terkait untuk menjadi bahan kajian, termasuk terkait akses jalan,” ujar Camat Benowo Yuri Widarko, S.H.

Warga Sememi Kidul RW 04 berharap pertemuan tersebut menghasilkan tindak lanjut konkret. Mereka menunggu kepastian mengenai kompensasi, penanganan potensi kerusakan rumah, pembatasan jam kerja, perekrutan tenaga kerja lokal, pembangunan kanopi makam, serta akses jalan menuju makam Mbah Ahmad Ali.

Warga menegaskan, aspirasi tersebut disampaikan agar aktivitas pembangunan tetap berjalan, tetapi kepentingan, keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat sekitar juga mendapat perhatian.

Ketua RW 04 Sememi, Tohir, juga menegaskan bahwa apabila belum ada kesepakatan, aktivitas pekerjaan diminta dihentikan sementara hingga terdapat keputusan dan kesepakatan resmi dari kedua belah pihak.

“Apabila hari ini tidak ada kesepakatan, maka pekerjaan harus dihentikan sampai ada keputusan dan kesepakatan resmi dari kedua belah pihak,” tegas Tohir. (@red)

IKLAN LOWONGAN
PIAGAM GM

Berita Terbaru