JOMBANG — Pondok Pesantren Annajiyah 1 Bu Tambakberas, Jombang, menggelar Lailatul Qiro’ah dan Nasyrussanad sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/8/2026) malam tersebut diisi dengan pembacaan Al-Qur’an serta ijazah kubro Kitab Bahrul Asrar dan wirid/hizib dari KH Abdul Wahab Hasbullah. Acara menjadi momentum spiritual untuk mendoakan agar pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berlangsung aman, sejuk, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi serta umat.
Baca Juga: Jas Hijau dan Pelajaran Cipasung: “Jangan Biarkan NU Kehilangan Kedaulatannya”

Dalam Sambutannya Ketua Pimpinan Wilayah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PW JQHNU) Jawa Timur Drs. KH. Ahmad Ahid Sufiyaji, SQ (Gus Ahid) bersama jajaran pengurus H. Khoirul, menyampaikan bahwa Lailatul Qiro’ah merupakan bagian dari ikhtiar keagamaan untuk memohon keberkahan Al-Qur’an dalam rangkaian Muktamar NU.
“Lailatul Qiro’ah ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk mendapatkan barokah Al-Qur’an. Semoga Muktamar NU ini berlangsung sejuk dan mampu menghadirkan yang terbaik untuk Nahdlatul Ulama dan umat,” ujar Gus Ahid.

Menurutnya, kegiatan keagamaan semacam ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat doa bersama agar Muktamar NU dapat melahirkan kepemimpinan yang amanah serta tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren An-Najiyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH Wafiyul Ahdi atau Gus Wafi mengatakan kegiatan Lailatul Qiro’ah digelar selain untuk memohon keberkahan Al-Qur’an, juga sebagai bentuk partisipasi pesantren dalam menyemarakkan Muktamar NU ke-35 yang digelar di Jombang.

Baca Juga: Kemenag Jombang dan DLH Dukung Muktamar NU ke-35 Lewat Gerakan GEMA SAJADAH
“Harapannya, melalui kegiatan ini kita bersama-sama memohon keberkahan Al-Qur’an agar Muktamar NU berjalan dengan baik dan mendapatkan pemimpin yang amanah serta benar-benar memahami dan menjaga nilai-nilai Nahdlatul Ulama,” katanya.
Rangkaian Lailatul Qiro’ah tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat pesantren dalam menyambut perhelatan Muktamar NU ke-35.

Selain menghadirkan suasana religius, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi spiritual bagi para peserta untuk bersama-sama mendoakan kelancaran seluruh rangkaian Muktamar.
Baca Juga: Ahwa dan Sosok Ideal Rois AAm PBNU dalam Muktamar NU Ke -35
Dalam kesempatan tersebut, Gus Wafi juga menyebut rangkaian kegiatan Lailatul Qiro’ah dan khotmil Qur’an melibatkan jumlah peserta yang besar dari berbagai gelombang.

“Semoga seluruh rangkaian ini membawa keberkahan. Mudah-mudahan Muktamar NU ke-35 dapat menghadirkan keputusan terbaik untuk Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan umat,” tuturnya.
Muktamar NU ke-35 sendiri menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin untuk memperkuat persatuan, menjaga tradisi keilmuan pesantren, serta memastikan keberlanjutan perjuangan NU dalam menjawab berbagai tantangan umat dan bangsa. (@dex)
Editor : redaksi