Miris, P3A TGAI AMRIH BAROKAH di Desa Babadan  di Kerjakan Tak Sesuai Petunjuk Teknis Demi Meraup Keuntungan Pribadi

avatar Muhammad Aldhen

Rembang.metrosurya.com_ Program Pembangunan atau rehabilitasi dan peningkatan Jaringan Irigasi berbasis peran serta masyarakat petani yang harus di laksanakan dan dikelola secara swakelola oleh kelompok tani setempat malah dijadikan mencari keuntungan pribadi krlompok. 

Pada program P3A-TGAI anggaran tahun 2026 yang ada di Desa Babadan Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang, di dapati dalam pelaksana  tidak sesuai  dengan  juklak dan juknis. 

Baca Juga: Sekretaris BPD Jawa Tengah Usulkan Pemasangan CCTV  Di Desa Rawan Pencurian

Anehnya  dalam pelaksanaan pembangunan yang ada di Desa Babadan justru dalam melakukan Galian malah mengunakan alat Berat/Bego.pekerjaan yang seharusnya di kerjakan oleh masyarakat guna penyerapan tenaga kerja masyarakat setempat malah di monopoli oleh Kelompok itu sendiri. 

Saat awak media datang di lokasi pekerjaaan (19/7/2026) di Desa Babadan  Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang ,terlihat sekali dalam pelaksanaan penggalian bekas alat berat kelihatan sekali.Demi meraup keuntungan lebih banyak lagi pasir yang digunakan itu pasir sluke/ tras untuk bahan campurannya.
Disitu terlihat jelas, ada bekas batu lama hasil dari galian alat berat, diduga kuat batu lama tersebut juga digunakan kembali.

Baca Juga: DPC PEKNAS Rembang Turut Meriahkan REMBANG WEDDING EXPO 2026 di Balai Kartini 

Kepala Desa Babadan saat di konfirmasi lewat sambungan telfon terkait pekerjaan galian mengunakan alat berat  atau bego tidak merespon,padahal ketua dan kepala desa juga tau saat sosialisasi di BBWS Semarang jelas dalam pelaksanaan tidak diperbolehkan menggunakan alat berat.

Program P3A TGAI yang bersumber dari APBN dengan biaya 195.000.000. untuk pembangunan rehabilitasi atau peningkatan,  Jaringan Irigasi berbasis peran serta masyarakat petani yang harus dikelola secara swakelola oleh kelompok malah di buat untuk mencari keuntungan pribadi.

Baca Juga: PT BAK Buka Fakta Operasional Pelabuhan Sluke, Dukung Optimalisasi Logistik dan PAD Daerah

Di sayangkan lagi menurut keterangan  salah satu Kepala Desa di wilayah Kecamatan kaliori yang mendapatkan program P3A TGAI di duga menyetorkan sejumlah uang 30 juta atau 15�ri jumlah Angaran  kepada oknum pemberi proyek.terang Kades.(Team)

IKLAN LOWONGAN

Berita Terbaru