REMBANG. Metrosurya.com .Perhelatan Estafet Tunas Kelapa Tahun 2026 dijadikan momentum oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Rembang untuk nguri-uri (merawat/melestarikan) kebudayaan Jawa. Di tengah gerusan zaman yang sudah sedemikian modern, Kwarcab yang terletak di pesisir utara paling timur Provinsi Jawa Tengah tersebut menyematkan satu kegiatan bakti yang berbasis pada nilai-nilai tradisi.
Tak hanya berfokus pada teknis dan tata aturan penyelenggaraan ataupun kegiatan pengiring yang bersifat visioner, event yang berlangsung selama dua hari (30-31 Agustus 2026) itu juga dijadikan momen untuk menampilkan kesenian tradisional Jawa, Wayang Kulit.
Baca Juga: Estafet Tunas Kelapa 2026 Kwarcab Rembang Tempuh Jarak Hingga Puluhan Kilometer
Berdasarkan pantauanmetrosurya.comdi lapangan, pementasan wayang kulit untuk bakti budaya Estafet Tunas Kelapa 2026 Kwarcab Rembang ini dimainkan di Komando Rayon Militer (Koramil) Rembang, mulai pukul 08.00 WIB. Dalang cilik kesohor asal Kota Garam (julukan Kabupaten Rembang), Ni Dalang Devi Natha, menjadi pengisi kegiatan, dan menampilkan lakon yang tak jauh dari dunia kepramukaan.
Pemilihan lokasi pentas yang berada di Koramil Rembang sendiri tentunya juga bukan tanpa alasan. Pasalnya, Pasukan Pembawa Tunas Kelapa di ETK 2026 maupun para pengiringnya, melewati jalur ini dalam perjalanan mereka menuju etape kedua.
Uniknya, adanya bakti budaya berupa pementasan wayang kulit ini juga memantik atensi positif dan pujian dari juri Estafet Tunas Kelapa 2026 dari Kwartir Daerah Jawa Tengah, Kak Subagyo.
Baca Juga: Tasyakuran HUT RI Ke-81 Pemuda Sor Pelem Perumahan Turusgede, Hadirkan New Bintang Musik
Melalui informasi yang kami dapatkan dari Achmad Rif'an selaku Andalan Cabang, Kak Subagyo memberikan apresiasi tinggi dengan diselenggarakannya bakti budaya tersebut. Bahkan, Kak Rif'an menyampaikan, Kak Subagyo memiliki harapan agar nantinya penampilan seperti ini juga bisa diaplikasikan di kegiatan dengan tingkatan yang lebih tinggi.
"Juri (Kak Subagyo) menyaksikan langsung dan terkesan karena potensi dalang muda perlu selalu dipupuk. Bahkan (Ni Dalang Devi Natha) diharapkan bisa tampil dalam event Kwarda Jawa Tengah," terang Kak Rif'an ketika dihubungi melalui pesan Whattsap.
Baca Juga: PETISI Soroti Mediasi Bupati Terkait Polemik Tata Kelola Kerjasama Dengan Diskominfo Rembang
Selain bakti budaya berupa pementasan wayang kulit dengan dalang cilik Ni Dalang Devi Natha yang membuat Kak Subagyo selaku juri ETK 2026 terkesan, sejatinya Kwarcab Rembang juga menyiapkan belasan kegiatan bakti lainnya untuk mengiringi kegiatan ini.
Sepertimana yang telah dirilis secara resmi, pada Estafet Tunas Kelapa 2026 ini Kwarcab Rembang juga melaksanakan Eco-Baksos yang menyasar sungai, pasar maupun fasilitas Desa Meteseh dan Kedungasem. Selain itu, juga ada kegiatan Donor Darah di Alun-Alun Rembang, Tramua Healing di LKSA, hingga bakti sosial konvensional seperti bedah rumah dan pembagian sembako di Desa Maguan dan Kecamatan (Sigit)
Editor : redaksi