SIDOARJO, METROSURYA.com— Peringatan Haul Gus Dur ke-16 digelar dengan mengangkat tema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat.” Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok Presiden ke-4 RI itu, tetapi juga untuk meneguhkan kembali keberpihakan terhadap rakyat, terutama mereka yang terpinggirkan, serta merawat keberagaman yang terus menghadapi tantangan.
Menurut Muh Suwarno, Ketua Tim Perjuangan Laskar dan Spiritual Lowo Ijo, Haul Gus Dur adalah pengingat bahwa perjuangan sang Bapak Pluralisme tidak boleh berhenti. “Kehadiran kita di sini adalah wujud komitmen melanjutkan perjuangan Gus Dur: menjaga demokrasi, memperjuangkan keadilan sosial, dan merawat Indonesia agar tetap menjadi rumah yang aman bagi semua,” ujarnya saat ditemui di kantor posko sekretariat di Jalan Belahan Wedoro, Waru, Sidoarjo, Minggu (7/12/2025).
Ia menegaskan, nilai-nilai perjuangan Gus Dur relevan untuk terus dihidupkan, terutama di tengah kondisi sosial yang dinamis dan penuh tantangan.
Baca Juga: Menjaga Kedaulatan Muktamar dan Etika Evaluasi Kepemimpinan NU
“Haul ini bukan sekadar mengingat, tetapi meneguhkan kembali langkah kita untuk rakyat,” tambahnya.
Baca Juga: Ketua Laskar Jam’iyah Lowo Ijo: Lokasi Muktamar NU ke-35 Harus Rawat Sejarah dan Persatuan
Masyarakat pun diajak untuk turut serta meramaikan dan memeriahkan Haul Gus Dur ke-16 sebagai bentuk penghormatan sekaligus penyambung estafet perjuangan tokoh yang kerap dijuluki Guru Bangsa tersebut. "Yuk ikut meramaikan!". Pungkasnya. (@dex)
Editor : redaksi