PASURUAN, Metrosurya.com – Dedikasi tanpa batas kembali ditunjukkan oleh para relawan kemanusiaan saat bencana hidrometeorologi melanda wilayah Prigen. Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan personel dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Prigen bersama Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Korwil 2 bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem. Aksi heroik para pejuang kemanusiaan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat yang merasa terbantu di tengah situasi darurat akibat pohon tumbang yang memutus akses jalan.
Peristiwa mencekam tersebut terjadi pada Kamis (15/1/2026) petang, sekitar pukul 17.30 WIB. Sebuah pohon beringin berukuran besar mendadak roboh setelah diterjang hujan lebat yang disertai angin kencang. Posisi pohon yang berada di ketinggian membuat dampak kerusakan cukup masif, di mana batang raksasa tersebut menimpa tiga bangunan sekaligus di bawahnya, yakni sebuah punden keramat, warung milik warga, serta fasilitas tempat pencucian kendaraan.
Baca juga: PT SSP Ubah Konsep Pembangunan; Real Estate menjadi Wisata Alam Terpadu
Ketua FPRB Prigen, Joko Suwarno, menjelaskan bahwa ambruknya pohon tersebut mengakibatkan kerusakan struktur bangunan yang cukup parah. Atap dan dinding warung serta tempat pencucian motor dilaporkan ambrol seketika akibat hantaman beban pohon. Sementara itu, bangunan punden mengalami kerusakan pada bagian atap. "Informasi dari warga menyebutkan pohon beringin tersebut tumbang bersamaan dengan terjangan angin kencang. Beruntung, saat kejadian tidak ada warga di lokasi sehingga tidak ada korban jiwa," ungkap Joko.
Baca juga: Pansus Real Estate DPRD Kabupaten Pasuruan Masuki Finalisasi
Menghadapi situasi darurat ini, kolaborasi lintas sektor langsung terbentuk secara organik di lokasi kejadian. Sebanyak 50 personel FPRB Prigen yang dipimpin Joko Suwarno bersinergi dengan 40 anggota Redkar Korwil 2 di bawah komando Muhammad Farhan Aali. Tidak hanya para relawan, aksi gotong royong ini juga diperkuat oleh kehadiran BPBD Pasuruan, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemdes Sukoreno, PMI, serta warga sekitar yang bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan dan memotong batang pohon.
Tantangan berat dihadapi tim evakuasi karena ukuran diameter batang beringin yang sangat besar, sementara peralatan yang digunakan terbatas pada gergaji mesin dan alat seadanya. Muhammad Farhan Aali dari Redkar Korwil 2 menyebutkan bahwa prioritas utama pada malam kejadian adalah membuka akses jalan yang tertutup total oleh batang pohon. Evakuasi berlangsung hingga larut malam demi memastikan mobilitas warga tidak terganggu, meskipun proses pembersihan secara menyeluruh harus dilanjutkan keesokan harinya.
Baca juga: Bupati Pasuruan Tolak Alih Fungsi lahan hutan di kawasan Prigen oleh PT Stasionkota Saranapermai
Memasuki Jumat (16/1/2026) pagi hingga malam, para relawan kembali melanjutkan penyisiran dan pembersihan sisa-sisa material kayu di lokasi kejadian. Kehadiran wadah kolaborasi seperti FPRB dan Redkar ini membuktikan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam meminimalisir risiko bencana. Kecepatan respons dan koordinasi yang baik di wilayah Pandaan, Prigen, hingga Sukorejo ini diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Editor : redaksi