Metrosurya.com,Kabupaten Cirebon Jawa Barat - Pemerintah Desa Cisaat Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Kembali menyalurkan bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bersama Minyak Goreng kepada 459 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Jumat (28/11/2025).
Bantuan berupa beras 20 kilogram dan Minyak Goreng 4 liter per KPM (alokasi bulan yang sudah di tentukan oleh pemerintah pusat, ini merupakan program dari Badan Pangan Nasional yang bekerja sama dengan Perum Bulog, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan menekan dampak inflasi di tengah masyarakat..
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari serta mengendalikan harga beras dan minyak goreng di pasaran.
Bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional yang bekerja sama dengan Perum Bulog ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan bahan pangan yang cukup dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kerja sama antara Bulog dan pemerintah desa memastikan distribusi bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Pria Terbaring di Trotoar Tuparev Tak Bergerak, Warga Kedawung Langsung Hubungi Polisi
Diharapkan bantuan beras bersama Minyak Goreng ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama dalam hal pangan.
Selain itu, pemberian bantuan pangan juga berkontribusi dalam mengendalikan harga beras di pasaran. Dengan mendistribusikan bantuan secara tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan, diharapkan dapat mengurangi permintaan beras di pasaran dan menjaga stabilitas harga.
Kuwu Cisaat Haruman dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan beras sama minyak goreng ini sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Jalan Buntu Jadi Akhir Aksi Sekelompok Pemuda Bersajam yang Diduga Hendak Tawuran di Cirebon
"Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan Bulog atas penyaluran bantuan ini. Harapannya, beras ini dapat meringankan beban warga serta memastikan mereka tetap memiliki akses terhadap pangan yang layak," ujarnya Kuwu Haruman
Nurhari
Editor : redaksi