Metrosurya.com,LAMONGAN Sebelumnya pada HARI Rabu (17/9/2025) sore diberitakan Belasan siswa SMA Negeri 2 Lamongan diduga keracunan setelah program MBG dan dilarikan ke Rumah Sakit Islam Nasrul Ummah yang berada di Jalan Merpati Lamongan menerima sebanyak 13 siswa SMA Negeri 2 Lamongan dengan gejala muntah - muntah.(19/9/2025)
Menanggapi permasalahan ini sejumlah pihak melakukan respon cepat diantaranya Bupati Lamongan Dr H Yuhronur Efendi dan polres Lamongan.
Setelah melihat kondisi belasan siswa yang diduga keracunan program MBG Siswa SMAN 2 Lamongan
Yuhronur menegaskan kejadian ini menjadi pelajaran bagi mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyajikan makanan.
Yang penting bagi kita, ini menjadi pelajaran kita semua. Supaya seluruh MBG ini bisa lebih baik lagi dan memenuhi segala yang dipersyaratkan," kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu, saat mengunjungi siswa-siswi SMA Negeri 2 Lamongan di Rumah Sakit Islam Nasrul Ummah,
Rabu (17/9/2025)
Ditanya soal potensi penutupan dapur, Pak Yes juga menyampaikan sikap yang sama. "Saya belum bisa menyimpulkan, karena kita masih menunggu hasil lab. Karena tidak semua dan hanya belasan siswa dari sekolah ini. Dan lagi tidak haya dalam satu kelas, beda-beda kelas. Sehingga mereka tidak bisa menyimpulkan sekarang. Apakah karena tidak tawar, atau ada hal-hal lainnya," ujarnya.
Sementara itu Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Hamzaid S,pd. menegaskan "Kami mendapat informasi bahwa ada beberapa siswa SMA Negeri 2 Lamongan diduga keracunan MBG dan dibawa ke RSI NU Lamongan.
Kita sudah terjunkan tim Polres untuk melakukan pengecekan dan pendataan keadaan siswa yang diduga keracunan,”
Piihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami gejala keracunan dan dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) NU Lamongan.
Selain melakukan pendataan korban, Polres Lamongan juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan untuk mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa. dan kami sudah mengambil Sampel tersebut dan akan diuji di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi dan berkoordinasi dengan Dinkes untuk mengetahui hasilnya," tegas Hamzaid.
Sementara itu diitempat yang berbeda Djoni Eko Prasetiyo ketua cabang Lembaga Pengawas Kebijsksanaan Pemeeimtah dan Keadilan ( LP KPK) ketika dikonfirmasi awak media menyatakan," kita sangat mendukung program pemerintah pusat bapak presiden Prabowo Subianto salah satunya yaitu Makan Bergizi Gratis ( MBG), saya berharap para pelaku SPPG atau dapur makan gratis menjalankan program tersebut, dan jangan dibuat ajang bisnis saja, yang terpenting program tersebut harus sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional ( BGN),"
Baca Juga: Gandeng Polres Lamongan, Kodim 0812 Gelar Edukasi "Stop Narkoba" bagi Peserta Korps Kadet RI
" kejadian yang terjadi hari ini jangan sampai terulang kembali, Jangan ada lagi di kabupaten Lamongan ini," tegas pria yang akrab dipanggil H Joni tersebut
( GIANTO )
Editor : redaksi