Tradisi Sedekahan Maulid Nabi Warga Mekarsari Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon Tahun 2025

avatar redaksi

Metrosurya.com,Kabupaten Cirebon Jawa Barat - Masyarakat Desa Mekarsari Kecamatan Waled Kenalan Bangunjiwo pada hari Kamis (09/09/2025) memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW atau yang disebut dengan tradisi Muludan di Mushola hidayatus Sibyan Panitia Muludan Kiai Athoilah Desa Mekarsari

Yang hadir kegiatan Muludan di Mushola Hidayatus Sibyan yaitu Kiai, sesepuh Desa Mekarsari, Kuwu Mekarsari, Perangkat desa, Pegawai camat Waled, organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Waled, dan lain lainnya.

Baca Juga: Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Polisi Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Arus di Jalur Heritage Kota Cirebon

Perayaan maulid nabi yaitu dengan kenduri sedekahan muludan yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya.

Tradisi sedekahan muludan sudah ada sejak jaman wali songo dan masih dilestarikan sampai sekarang oleh warga Desa Mekarsari Kecamatan Waled.

Adat tradisi sedekahan mulud adalah sebuah ritual sedekah atau kenduri yang dilaksanakan masyarakat untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal (atau Mulud dalam kalender Jawa).

Baca Juga: Pria Terbaring di Trotoar Tuparev Tak Bergerak, Warga Kedawung Langsung Hubungi Polisi

Warga berkumpul membawa makanan berupa nasi ambengan lengkap dengan lauk pauknya dan yang menjadi ciri khasnya tradisi muludan ini adalah membawa bingkisan.

Selain itu juga disediakan nasi gurih beserta ayam ingkung untuk dido'akan sebelum dimakan bersama-sama.

Kenduri tersebut merupakan wujud rasa penghormatan hari kelahiran Nabi Muhammad yaitu pada tanggal 12 Robiul awal Tahun Gajah.

Baca Juga: Jalan Buntu Jadi Akhir Aksi Sekelompok Pemuda Bersajam yang Diduga Hendak Tawuran di Cirebon

Dan juga dengan kenduri bersama dapat menyambung rasa silaturahmi dan kebersamaan dalam bermasyarakat. Diharapkan tradisi ini dapat dijaga dan dilestarikan terus-menerus sampai anak cucu nanti.

Nurhari

GM HENDRO
KARTIN JBTB

Berita Terbaru

fATHOL