SURABAYA, METROSURYA.COM – Koordinator Rakyat Jawa Timur Menggugat, Cak Sholeh, mengumumkan penundaan aksi yang sedianya digelar pada 3 September 2025 di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Keputusan ini diambil menyusul situasi politik nasional maupun lokal yang dinilai tidak kondusif dalam beberapa hari terakhir.
“Pada hari ini, 1 September, bertempat di Posko Rakyat Jawa Timur Menggugat, kami ingin menyampaikan bahwa aksi tanggal 3 September ditunda. Hal ini untuk menjaga ketenangan warga Surabaya dan Jawa Timur secara umum,” ujar Cak Sholeh saat konferensi pers, Senin malam.
Baca Juga: Jombang Sabet Juara III Penyelenggaraan Nama Rupabumi di Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Timur
Menurutnya, aksi yang awalnya dimaksudkan berjalan damai berpotensi ditunggangi pihak lain. Beberapa hari terakhir terjadi kerusuhan di sejumlah kota di Indonesia, termasuk pembakaran kantor DPRD. Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan keresahan masyarakat.
“Bahkan di Surabaya, mulai 1 hingga 4 September, banyak kantor, sekolah, hingga pusat perbelanjaan mempercepat jam operasional karena kekhawatiran akan adanya aksi besar. Kami tidak ingin warga merasa takut,” lanjutnya.
Baca Juga: Polrestabes Surabaya Amankan 315 Orang dalam Aksi Demo Anarkis di Grahadi dan Sejumlah Titik Kota
Cak Sholeh menegaskan bahwa penundaan ini bukan berarti gerakan dihentikan. Aksi tetap akan digelar pada momentum yang tepat setelah situasi benar-benar kondusif.
“Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat tidak berhenti. Kami hanya menunda demi kemaslahatan warga. Jika Gubernur Khofifah benar-benar membuat kebijakan pengampunan pajak, maka beliau layak dinobatkan sebagai pahlawan, karena telah meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi sulit,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi masyarakat Jawa Timur. (@dex)
Editor : redaksi