Madura, Metrosurya.com -Mahasiswa KKN 05 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan digital marketing kepada para pelaku UMKM di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, pada 12 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kelompok KKN Reguler 05 yang mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Desa Mandiri Sejahtera di Era Digital." Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM, melalui pemanfaatan strategi pemasaran digital yang relevan dan aplikatif
Fokus utama kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam memasarkan produk lokal, khususnya produk khas desa seperti jhubedhe. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya keberadaan media sosial, platform e-commerce, serta strategi branding sederhana yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha desa.
Baca Juga: Polres Sumenep Edukasi Masyarakat Tertib Lalin Melalui Polantas Menyapa
Dalam pelatihan ini, masyarakat dikenalkan pada beberapa media yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari Marketing untuk memperluas cakupan pasar produk mereka. Salah satu yang diperkenalkan adalah Google Business Profile, yang memungkinkan pelaku UMKM menampilkan usahanya secara online agar mudah ditemukan oleh calon pembeli di sekitar lokasi mereka.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan platform media sosial seperti WhatsApp Business dan Facebook Marketplace sebagai sarana komunikasi, promosi, dan penjualan yang mudah diakses, hingga dasar penggunaan Canva untuk desain sederhana. Mahasiswa juga memberikan simulasi pengambilan foto produk yang baik menggunakan kamera handphone serta membimbing peserta untuk membuat akun toko online.
Selain memberikan materi, mahasiswa juga secara langsung membantu para pelaku UMKM dalam proses pembuatan akun Google Business Profile sebagai bagian dari strategi pemasaran digital produk mereka. Langkah ini bertujuan agar usaha mereka dapat lebih mudah ditemukan oleh konsumen melalui pencarian online, sekaligus meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pasar terhadap produk lokal desa.
Tak hanya itu, mahasiswa juga mendampingi pelaku UMKM dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas dasar usaha mereka. Dengan memiliki NIB, pelaku usaha diharapkan dapat mengakses lebih banyak peluang—baik dalam hal distribusi, pelatihan lanjutan, maupun bantuan program pemerintah—sehingga usaha yang dijalankan bisa lebih berkelanjutan dan terintegrasi dalam sistem ekonomi formal.

Melalui contoh-contoh langsung, simulasi sederhana dan pendampingan langsung, masyarakat diajak untuk memahami manfaat penggunaan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan produk mereka secara lebih luas dan profesional.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM di Desa Lapa Taman, terutama yang bergerak di bidang produk unggulan seperti udang hasil tambak, minyak kelapa olahan rumahan, serta aneka camilan lokal khas desa. Para peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan, terutama saat mendiskusikan bagaimana produk-produk tersebut dapat dipasarkan lebih luas melalui platform digital. Beberapa pelaku usaha juga berbagi pengalaman dan tantangan yang selama ini mereka hadapi dalam memasarkan produk secara konvensional, seperti keterbatasan jangkauan pasar dan kurangnya informasi tentang strategi promosi.
"Desa ini sebenarnya memiliki banyak potensi, terutama dari sektor elapa. Namun, masyarakat masih belum terlalu memahami strategi seperti pemasaran digital, dan dukungan dari pemerintah pun masih terbatas," ungkap salah satu pelaku UMKM.
Momen ini menjadi ruang belajar bersama sekaligus peluang awal untuk membangun ekosistem usaha kecil yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Intinya kami ingin agar para pelaku UMKM di Desa Lapa Taman bisa merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini, khususnya dalam hal pemasaran produk secara digital. Harapannya, usaha mereka bisa dikenal lebih luas dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi keluarga maupun desa,” ujar Pemateri, salah satu anggota Kelompok 5 KKN UTM.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pelaku UMKM di Desa Lapa Taman tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan digital marketing secara mandiri dalam pengelolaan usahanya. Ke depan, mahasiswa KKN 05 UTM juga berkomitmen untuk terus mendampingi warga dalam memaksimalkan penggunaan platform digital, termasuk membantu dalam pembuatan materi promosi dan pelatihan lanjutan. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya jaringan UMKM desa yang tidak hanya kuat secara lokal, tetapi juga kompetitif di pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat regional dan nasional. (@dex)
Editor : redaksi