REMBANG, METROSURYA.COM – Suasana meriah mewarnai prosesi khitanan Nizam Aufal Kharis, bocah berusia 11 tahun yang akrab disapa Nizam. Dalam rangkaian acara tersebut, Nizam diarak berkeliling desa dengan menaiki kuda yang dihias aneka ornamen warna-warni, diiringi lantunan tabuhan rebana.
Tradisi arak-arakan ini menjadi momen istimewa bagi Nizam dan keluarga. Dengan mengenakan busana muslim, peci putih, serta selendang hijau, Nizam tampak duduk di atas kuda yang dilengkapi perlengkapan hias bernuansa merah dan emas.
Baca Juga: Polres Rembang Gandeng Ahli Bahasa Usut Dugaan Pemerasan yang Menyeret Enam Oknum Advokat
Iring-iringan kelompok rebana yang berjalan mengiringi kuda menambah semarak suasana. Tabuhan rebana mengiringi perjalanan mengelilingi desa sekaligus menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut momen khitanan.
Nizam merupakan putra tunggal Ibu Sholikhah. Saat ini, ia tercatat sebagai siswa kelas V SDN 2 Babaktulung, Kecamatan Sarang.

Bagi keluarga, khitanan bukan sekadar prosesi yang menandai fase penting dalam pertumbuhan anak, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Teka-Teki Kerugian Negara Kasus JPTP Rembang, Inspektorat Buka Suara Soal LHP dan BPK
Tradisi arak-arakan dengan iringan rebana tersebut memperlihatkan bagaimana budaya lokal masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Selain menghadirkan suasana sukacita, kegiatan ini juga menjadi sarana menjaga kebersamaan serta melestarikan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Perayaan khitanan Nizam pun menjadi kenangan tersendiri bagi keluarga, sekaligus menghadirkan suasana meriah bagi warga yang menyaksikan iring-iringan tersebut di sepanjang jalan desa. (@dex)
Editor : redaksi