TRAWAS, METROSURYA.COM – Suasana khidmat menyelimuti prosesi Sakral Api Resolusi Kebangsaan Ikrar Merah Putih yang digelar di Camp Mentari, Trawas, pada Sabtu malam (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Pratama Pemuda Pancasila 2026 setelah pelaksanaan malam Cakra.
Dalam prosesi tersebut, para kader mendapatkan penguatan nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, loyalitas organisasi, serta kedisiplinan sebagai bagian dari pembentukan karakter kader Pemuda Pancasila.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Pengurus Cabang Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) Pemuda Pancasila Kota Surabaya sekaligus Master of Training, Nurdin Longgari, bersama para ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC), ketua-ketua bidang MPC, perwakilan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW), serta seluruh peserta Diklat Kader Pratama Pemuda Pancasila 2026.
Dalam sambutannya, M. Nurdin Longgari menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu dan meninggalkan aktivitas keluarga maupun pekerjaan demi mengikuti proses pendidikan dan kaderisasi organisasi.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta apabila selama kegiatan berlangsung terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun penyediaan hidangan.
"Kami dari panitia memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama kegiatan ini ada pelayanan maupun hidangan yang kurang lengkap atau kurang berkenan. Terima kasih kepada saudara-saudara semua yang telah meluangkan waktu, meninggalkan keluarga dan tugas-tugas di rumah demi mengikuti Diklat Kader Pratama Pemuda Pancasila 2026," ujarnya.

Nurdin menegaskan bahwa persaudaraan dan kekompakan merupakan nilai penting yang harus terus dijaga oleh seluruh anggota Pemuda Pancasila.
Menurut dia, ikatan persaudaraan dalam organisasi tidak semata-mata didasarkan pada hubungan darah, tetapi juga pada komitmen untuk saling menghormati dan menjaga kebersamaan.
Ia mengingatkan para kader agar memaknai semangat yang terkandung dalam Mars Pemuda Pancasila, khususnya semboyan "Esa Hilang Dua Terbilang", sebagai bagian dari penguatan solidaritas dan persatuan.
"Kita mungkin tidak tidak sedarah tapi lebih dari saudara, kekompakan dan persaudaraan harus kita jaga bersama. Kalau ada persoalan di antara saudara kita, mari kita selesaikan dengan kepala dingin dan mencari solusi terbaik," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan internal tidak diperkeruh oleh sikap yang memancing emosi atau memperbesar konflik. Menurutnya, setiap permasalahan perlu disikapi secara bijaksana melalui komunikasi dan penyelesaian yang baik.
Nurdin menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada banyaknya anggota, tetapi juga pada kemampuan setiap kader menjaga solidaritas, mengendalikan diri, dan menyelesaikan persoalan secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Pemuda Pancasila Surabaya Siapkan 308 Kader Tangguh Lewat Diklat Pratama
Dalam kesempatan tersebut, Nurdin turut menyoroti pentingnya kedisiplinan serta penghormatan terhadap senior sebagai bagian dari pembentukan karakter kader.
Ia mengingatkan bahwa setiap anggota perlu memahami tata nilai organisasi, menjaga etika dalam pergaulan, serta menunjukkan sikap santun kepada sesama anggota, terutama kepada para senior.
"Ketaatan dan kepatuhan kepada senior merupakan prinsip yang harus ditanamkan dalam diri setiap kader. Kita harus tetap menghormati senior, menjaga sopan santun, serta memahami tata nilai yang berlaku dalam organisasi," katanya.
Ia berharap pesan tersebut dapat menjadi bekal bagi para peserta setelah menyelesaikan pendidikan kader, sehingga mereka mampu menerapkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat.

Nurdin juga mengingatkan peserta mengenai sejarah organisasi Pemuda Pancasila dan pentingnya menjaga ideologi Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan nilai-nilai organisasi harus berjalan beriringan dengan komitmen untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Diklat Kader Pratama Pemuda Pancasila 2026 diikuti peserta yang berasal dari 12 daerah di Jawa Timur, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Jember, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Batu.
Nurdin berharap seluruh peserta yang mengikuti rangkaian pendidikan dapat menyelesaikan tahapan kegiatan dengan baik dan memenuhi persyaratan kelulusan yang telah ditetapkan.
Ia menyebutkan harapannya agar seluruh 308 peserta dapat terverifikasi dan dinyatakan lulus setelah melalui proses ujian dan evaluasi sesuai ketentuan penyelenggara.
Harapan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi para peserta untuk mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, dan menunjukkan komitmen sebagai kader organisasi.
Prosesi Sakral Api Resolusi Kebangsaan Ikrar Merah Putih menjadi salah satu momentum refleksi bagi peserta untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan persaudaraan.
Melalui kegiatan kaderisasi tersebut, Pemuda Pancasila diharapkan dapat melahirkan kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga mampu menjaga etika, mengedepankan musyawarah, serta berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (@dex)
Editor : redaksi