Jakarta, Metrosurya.com-Pemuda Pancasila, sebagai organisasi kemasyarakatan yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, memiliki tanggung jawab ideologis untuk memastikan tegaknya Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perjuangan untuk mengembalikan sistem ketatanegaraan Indonesia sesuai rumusan para pendiri bangsa merupakan cita-cita luhur yang membutuhkan saluran politik yang kuat dan terarah.
Selama ini, Pemuda Pancasila telah menyalurkan aspirasi politiknya melalui kader-kader yang tersebar di berbagai partai politik. Strategi “ada di mana-mana” memang memberikan pengaruh luas, namun juga menimbulkan konsekuensi logis berupa tidak teragregasinya platform perjuangan organisasi. Setiap partai politik memiliki ideologi dan kepentingan yang berbeda-beda, sehingga kerap kali tidak sepenuhnya sejalan dengan misi Pemuda Pancasila untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila secara praksis dan fundamental.
Baca Juga: Mubes XI Pemuda Pancasila: Kader Jatim Satu Suara Dukung Kepemimpinan Japto
Akibatnya, perjuangan politik Pemuda Pancasila menjadi terpecah, tidak berkesinambungan, dan rentan terseret kepentingan sesaat dari partai lain.
Karena itu, langkah untuk mengaktifkan kembali Partai Patriot sebagai peserta Pemilu Legislatif 2029 menjadi kebutuhan mendesak sekaligus strategi visioner yang dibahas dalam Musyawarah Besar ke-XI Pemuda Pancasila. Setidaknya ada empat alasan utama yang melandasi urgensi tersebut:
1. Sentralisasi Perjuangan Ideologis
Dengan menghidupkan kembali Partai Patriot, Pemuda Pancasila akan memiliki satu “rumah perjuangan politik” yang fokus pada agenda ideologis organisasi: memperjuangkan Pancasila dan konstitusi sesuai naskah asli, serta menegakkan sistem bernegara sebagaimana dirumuskan para pendiri bangsa. Langkah ini akan mengakhiri keragaman platform politik yang selama ini menghambat, sekaligus menyatukan energi seluruh kader di bawah satu bendera perjuangan yang jelas dan koheren.
2. Membangun Kekuatan Politik Mandiri
Partai Patriot akan menjadi instrumen perjuangan yang mandiri. Pemuda Pancasila tidak lagi sekadar menjadi kelompok penekan (pressure group) yang menitipkan aspirasi pada partai lain, melainkan menjadi aktor politik yang menentukan arah kebijakan dan legislasi sendiri. Hal ini akan meningkatkan daya tawar dan kemandirian Pemuda Pancasila dalam percaturan politik nasional.
3. Menjamin Regenerasi dan Arah Politik Jangka Panjang
Baca Juga: Delegasi Malaysia di Mubes XI Pemuda Pancasila Hangatkan Suasana dengan Berbagi Bersama
Dengan mengaktifkan kembali Partai Patriot, kader-kader terbaik Pemuda Pancasila dapat berkiprah dalam kontestasi politik tanpa harus terikat ideologi partai lain. Ini memungkinkan pembinaan kader legislatif dan eksekutif yang berkomitmen penuh pada visi organisasi, memastikan arah perjuangan politik tetap konsisten dan berkelanjutan melampaui kepentingan pemilu semata.
4. Mewujudkan Visi “Kembali ke Khittah Konstitusi”
Upaya menghidupkan kembali Partai Patriot bukanlah romantisme sejarah, melainkan langkah strategis untuk mengubah Pemuda Pancasila dari sekadar kelompok penekan menjadi kekuatan politik penentu (decisive political force). Dengan memiliki saluran politik resmi, organisasi dapat mengamankan sekaligus mengimplementasikan agenda ideologisnya secara lebih efektif.
Pemilu 2029 menjadi momentum penting bagi Pemuda Pancasila untuk menyatukan kembali kadernya dalam satu wadah perjuangan politik. Partai Patriot diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga, mengamalkan, dan merevitalisasi nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika politik nasional maupun global.
"Sekali layar terkembang, surut kita berpantang."
Jakarta, 27 Oktober 2025
Penulis adalah Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, Anggota MPR RI/DPD RI.
Editor : redaksi