Bupati Pati Sudewo Masih Bersikukuh Tidak Mau Mundur Dari Jabatannya

avatar redaksi

Metrosurya.com,Pati_ Bupati Pati Sudewo menolak untuk mundur dari jabatannya sesuai dengan tuntutan pendemo. Ia janji memperbaiki diri. Bupati Pati menegaskan bahwa dirinya dipilih secara sah melalui mekanisme demokrasi, sehingga tidak bisa mundur begitu saja.

"Tuntutan kan sudah disampaikan tadi, kalau saya kan dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi tidak bisa saya harus berhenti dengan tuntutan itu. Semua ada mekanismenya," ujar Sudewo.
Menanggapi langkah DPRD Pati yang sedang menggelar rapat paripurna untuk membahas penggunaan hak angket terkait tuntutan warga, Sudewo menghormati proses tersebut.

Baca Juga: Polsek Sukolilo Bergerak Cepat Gagalkan Tawuran Remaja, Delapan Pelajar Diamankan

"Itu kan hak angket yang dimiliki DPRD, jadi saya menghormati hak angket tersebut," ujarnya.
Hak angket adalah wewenang DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan atau tindakan kepala daerah yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Bila hasil penyelidikan menemukan pelanggaran serius, DPRD bisa mengusulkan pemberhentian kepala daerah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.

Baca Juga: Warga Sukolilo Tertipu Investasi Peternakan Sapi, Rugi Rp255 Juta

Mekanisme ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Sudewo mengakui bahwa peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi dirinya yang baru beberapa bulan menjabat sebagai bupati.
Ia berjanji akan melakukan perbaikan ke depan.
“Yang terpenting sudah berjalan, ke depannya akan saya perbaiki segala sesuatunya. Ini merupakan proses pembelajaran bagi saya, karena baru beberapa bulan menjabat sebagai bupati. Banyak hal yang harus kami benahi ke depan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak warga Pati untuk menjaga persatuan dan tidak terprovokasi.

Baca Juga: Terbongkar! Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Kapolresta: Kami Lindungi Korban dan Usut Tuntas

“Masyarakat Pati menjaga soliditas, menjaga kekompakan, jangan sampai terprovokasi oleh siapa pun. Kabupaten pati ini milik semua warga, yang harus menjaga bersama. Mudah-mudahan ini kejadian terakhir, tidak terulang lagi, sehingga pembangunan bisa berjalan lancar,” tambahnya. ( or )

GM HENDRO
KARTIN JBTB

Berita Terbaru

fATHOL