Metrosurya.com,Jatim,- Pada hari sabtu (14/2/2026), tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dipimpin oleh Guru Besar Program Studi Ilmu Budidaya Pertanian (IBP) Profesor Andreas Dwi Santiso, melakukan kunjungan kerja ke beberapa lokasi terkait pengembangan tanaman tebu di wilayah Jawa Timur. Rombongan terdiri dari dosen strata 3 dan mahasiswa strata 2, dengan tujuan membahas langkah-langkah peningkatan produktivitas tebu guna mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional.
Kunjungan ini bukan bersifat pribadi, melainkan fokus pada kerja sama terkait eks-perusahaan PTPN 10 yang mencakup wilayah Sidoharjo (Jombang), Nganjuk, Kediri, serta beberapa pabrik gula yaitu Pabrik Gula Krembung, Gempolkerep, Baru Lestari, Tjoekir, Besantetn Baru, dan PG Ngadirejo. Selain itu, rombongan juga mengunjungi PG Mrican dan lokus utama di PG Gempolkerep untuk melakukan pengambilan sampel tanah dan pemantauan bibit tebu unggul.
Menurut Hanji Tasirin SH, MH – yang selaku pengawas DPD aptri Riset dan Pengembangan (DRD) serta mantan pejabat eks-N.X, sekaligus anggota DPRD Kabupaten Lamongan – bibit tebu yang saat ini digunakan adalah jenis unggul Faritas, khususnya varian Roc 6535 dan JR 16. "Bibit Faritas merupakan yang terbaik saat ini, dan rombongan dari Bogor telah berangkat sejak sore hari sebelumnya. Sebagian besar mahasiswa S2 dipimpin oleh Dr. Terang Arga, staf muda IPB, dan ini merupakan hari ketiga kegiatan kami di lapangan," ujarnya.
IPB sebagai universitas pertanian telah terbukti kredibel dalam bidang penelitian pertanian sejak lama, sehingga menjadi mitra yang tepat dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Kebetulan, Hanji Tasirin juga berperan sebagai pengkonsep program peningkatan produktivitas tanaman tebu di wilayahnya. Lahir di Lamongan pada 28 Desember 1959 dan berdomisili di Banjarsari RT 002 RW 001, Kecamatan Jetes, Kabupaten Mojokerto, ia berkomitmen untuk mendorong kemajuan sektor gula nasional melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi di lapangan.
(Edi)
Editor : redaksi