Lamongan Metrosurya.com – Setelah dilakukan upaya pencarian intensif selama dua hari, seorang anak yang dilaporkan tenggelam di Kali Lamong akhirnya ditemukan. Jasad korban ditemukan di wilayah Dusun Betoyo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa nahas ini bermula pada Kamis (5/2/2026) sore. Korban awalnya sedang memancing dan mandi di pinggiran Kali Lamong bersama empat orang temannya. Namun, situasi berubah mencekam saat korban terseret arus dan tenggelam. Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban segera berlari ke pemukiman warga sambil berteriak meminta tolong.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada Kepala Desa Kreteranggon, Bapak Kasmadi, yang langsung menuju lokasi kejadian (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak Kapolsek serta Tim Damkar untuk meminta bantuan evakuasi.
Pencarian Hari Pertama
Tim Damkar tiba di lokasi dan mulai menyisir aliran sungai sejak pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Namun, hingga petang hari, pencarian belum membuahkan hasil. Atas arahan Kapolsek Sambeng, operasi pencarian dihentikan sementara demi keamanan tim mengingat kondisi sudah gelap, dan diputuskan untuk dilanjutkan keesokan harinya.
Selama masa jeda, tim sempat melakukan pemetaan dan mencurigai lima titik potensial keberadaan korban, termasuk di area rimbunan bambu, bawah jembatan, serta area kedung (bagian sungai yang dalam). Seluruh personel kemudian beristirahat di Kantor Desa Kreteranggon untuk mempersiapkan pencarian lanjutan.
Penemuan Korban
Pada Jumat pagi sekitar pukul 10 .00 WIB, pencarian kembali dilanjutkan oleh Tim SAR dan Damkar. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika jasad korban ditemukan mengapung di aliran Kali Lamong yang masuk wilayah Desa Betoyo, perbatasan antara Lamongan dan Mojokerto.
Proses evakuasi jenazah dibantu oleh warga sekitar. Lokasi penemuan sendiri berada cukup jauh dari akses utama, di mana petugas harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer dari jalan raya untuk mencapai titik jenazah.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Sambeng menggunakan ambulans untuk dilakukan proses autopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak berwenang mengimbau kepada para orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat arus sedang deras.
(Edi)
Baca Juga: PANJAT Menyapa Kemolekan "Jalur Sunyi" Penanggungan Via Sumber Lumpang
Editor : redaksi