REMBANG. Metrosurya.com- Intensitas hujan yang tinggi dalam 3 hari membuat beberapa daerah di Rembang mengalami luapan air hujan. Jembatan penghubung antara desa Pengkol, Babadan, Gunungsari mengalami retak karena tersumbat sampah.
Pantauan media Senin (27/9) jembatan sudah retak dengan terjangan air yang cukup deras. menurut Sutamin warga Rt 2 RW 2 desa Pengkol menjelaskan bahwa dengan tersumbatnya sampah di bawah jembatan air terus menggenangi pemukiman. Malam itu juga didatangkan alat berat untuk mengambil sampah yang menyumbat agar air yang mengalir.
Baca juga: Suspensi SPPG di Rembang Disinyalir Tidak Sesuai Aturan, KASPPG Terancam SP1
Camat Kaliori Desti ketika dikonfirmasi lewat Whassaap membenarkan, bahwa jembatan di desa Pengkol mengalami luapan air karena jembatan bawah jembatan terhalang sampah kayu dan ranting bambu. Sehingga air sempat meluber masuk jalan da. perkampungan. Ia kemudian mendatangkan alat berat malam itu juga untuk membersihkan sampah yang teronggok di bawah jembatan.
Baca juga: Tiga Kwartir Ranting Gunem, Sluke, Sedan Absen Dalam Gelaran Eagle Scott Rembang 2026
Pembersihan yang dilakukan pukul 01.00 dihari. air pun langsung mengalir deras begitu alat berat mengeruk sumbatan sampah kayu dan ranting bambu,ujar dia.
lanjutnya," kami sudah mengusulkan untuk peninggian jembatan, mengingat tiap tahun sampah ranting kayu dan bambu selalu menyumbat di bawah jembatan." Padahal air dari selatan sudah kami buatkan sodetan, namun karena volume air sangat banyak sehingga tidak bisa mengatasi debit air yang cukup banyak.
Baca juga: Pengajian Akbar Harlah ke-3 SMK dan Ponpes Arrohmaniyah Dipadati Jamaah, Gus Iqdam Jadi Magnet Utama
Sementara itu Pengguna jalan Edy yang sedang gowes lewat jalur Pengkol menambahkan jembatan ini kayaknya sudah diusulkan ke Pemerintah kab Rembang. Siapapun yang menjadi Camat di Kaliori. Namun hingga kini belum ada realisasi peninggian jembatan, ungkap dia. (Sigit)
Editor : redaksi