Metrosurya.com,Jombang – Progres pembangunan trotoar di Jalan KH Abdurrahman Wahid, Kabupaten Jombang, kini menjadi sorotan serius dari warga maupun anggota DPRD Jombang. Meski proyek ini digadang-gadang untuk memperindah kota sekaligus meningkatkan keselamatan pejalan kaki, sejumlah persoalan di lapangan memunculkan kritik.
Hasil pantauan di lokasi, sebagian titik pengerjaan masih meninggalkan galian terbuka dan material yang berserakan. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama para pengguna jalan yang melintas setiap hari. Tidak sedikit warga yang mengeluh karena arus lalu lintas menjadi semrawut dan jalur pedestrian belum bisa difungsikan maksimal.
Baca juga: Pemkab Jombang Luncurkan Perbup Skrining Aktif dan Gerakan "Jombang SAE" untuk Eliminasi TBC
“Trotoarnya bagus kalau nanti selesai, tapi sekarang justru bikin macet dan membahayakan. Material ditumpuk sembarangan, pejalan kaki akhirnya tetap turun ke jalan,” keluh salah seorang warga sekitar.
DPRD Jombang Komisi C Sayfulloh,menilai pembangunan trotoar di Jalan KH. Abdurrahman Wahid senilai Rp 1,6 miliar harus dilaksanakan sesuai perencanaan awal dan spesifikasi teknis.
"Temuan adanya saluran air di depan SPBU Mojongapit yang tidak masuk dalam perencanaan menjadi perhatian serius kami, karena berpotensi menimbulkan persoalan drainase di kemudian hari." tegas Sayfulloh anggota DPRD Jombang.
DPRD Jombang meminta Dinas Perkim dan pihak pelaksana segera menindaklanjuti permasalahan teknis tersebut dengan solusi yang tepat, agar pekerjaan tidak terhambat dan manfaat proyek dapat dirasakan masyarakat secara optimal.
"Komisi C akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap proyek ini, demi menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pembangunan yang menggunakan anggaran APBD.”ujarnya
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Plemahan Polres Jombang Tinjau Lahan Jagung
Sementara itu, Dinas Perkim Kabupaten Jombang hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan resmi terkait pembangunan tersebut. Namun, DPRD menekankan perlunya pengawasan lebih ketat agar penggunaan anggaran tidak sia-sia dan hasil proyek benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Sorotan publik ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan pembangunan trotoar tidak hanya indah secara visual, tetapi juga fungsional, aman, dan berkualitas.(gondrong)
Editor : redaksi