Situasi Politik Memanas, Plt Sekda Pati Minta Pelayanan Publik Tak Terganggu

Reporter : redaksi

Pati, Metrosurya.com,- Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Pati, Risoyo, menegaskan bahwa pelayanan pemerintahan di Kabupaten Pati harus berjalan dengan normal, walau situasi politik sedang memanas.

Dirinya berpesan kepada masyarakat Bumi Mina Tani, jika ada keperluan atau permasalahan, bisa langsung datang ke dinas-dinas atau OPD terkait.

Baca juga: Polsek Sukolilo Bergerak Cepat Gagalkan Tawuran Remaja, Delapan Pelajar Diamankan

"Meskipun suhu politik saat ini sedang panas, pelayanan dan pembangunan di Kabupaten Pati tetap berjalan. Kalau ada persoalan, sampaikan ke OPD. Nanti biar OPD menindaklanjuti. Kalau memang perlu dengan saya, setelah OPD siap, Insya Allah kami komunikasikan dan koordinasikan," ujar Riyoso saat ditemui usai rapat koordinasi, Rabu (27/8/2025).

Menurut Riyoso, dinamika politik memang menimbulkan persoalan di lapangan.

Tetapi ia menekankan, masyarakat memiliki jalur resmi untuk menyampaikan keluhan.

la menegaskan, masyarakat jangan sampai terpinggirkan atau menjadi korban akibat konflik elite.

Pembangunan, menurutnya tidak boleh ikut terhenti.

Baca juga: Warga Sukolilo Tertipu Investasi Peternakan Sapi, Rugi Rp255 Juta

"Rakyat tidak boleh terseok-seok. Harapan kita, suasana Pati tetap kondusif. Pembangunan jangan sampai berhenti, karena inilah yang ditunggu masyarakat," tandasnya.

Pernyataan Riyoso menjadi penyejuk di tengah panasnya dinamika politik Pati.

Di saat sorotan publik tertuju pada drama elite, ia mengingatkan bahwa hal paling penting adalah bagaimana pemerintah tetap hadir, menjaga stabilitas, dan memastikan kebutuhan rakyat tidak tersandera konflik politik.

Baca juga: Terbongkar! Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Kapolresta: Kami Lindungi Korban dan Usut Tuntas

Untuk diketahui, suhu politik di Kabupaten Pati kian mendidih.

Sejumlah aksi massa terus bergulir, mulai dari desakan agar Bupati Sudewo mundur, hingga aksi tandingan kelompok yang justru pasang badan mendukung orang nomor satu di Pati.

Polemik tambang ilegal, dugaan praktik korupsi, hingga tarik-menarik kepentingan politik, menambah panas tanah Pati dalam beberapa pekan terakhir.( Team )

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru