MAKI Jatim Kecam Keras Bullying & Kekerasan di Jember, Tegaskan Komitmen Usut Tuntas hingga Ke Meja Hijau

Reporter : redaksi
Pesan Keras MAKI Jatim: Hukum Harus Tegak, Tanpa Toleransi

SURABAYA || METROSURYA.COM— Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur bergerak cepat merespons dugaan kasus kekerasan yang mencuat. Dalam waktu dekat, tim akan diterjunkan langsung ke lokasi untuk mengusut fakta di lapangan, menemui keluarga korban, serta memastikan kondisi korban aman dan bebas dari intimidasi.

Koordinator MAKI Jatim, Heru, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bukan sekadar memantau, melainkan mengawal penuh proses penanganan kasus. “Kami hadir bukan sekadar melihat. Kami mengawal. Korban harus merasa dilindungi, bukan ditinggalkan,” ujarnya.

Baca juga: Menggapai Berkah Dibulan Suci Ramdhan,MAKI Jatim Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim 

Lebih lanjut, MAKI Jatim mengungkapkan telah mengantongi sejumlah bukti awal yang dinilai cukup kuat untuk membawa perkara ini ke ranah hukum. Identitas para terduga pelaku disebut telah diketahui. Bahkan, terdapat indikasi sejumlah pihak yang diduga terlibat kini menghilang.

Heru menegaskan, tidak ada ruang bagi siapa pun untuk menghindar dari tanggung jawab. “Tidak ada yang bisa bersembunyi selamanya. Hukum tidak mengenal alasan usia, status, atau kedekatan. Semua harus diproses tanpa pengecualian,” katanya.

MAKI Jatim juga mendesak aparat penegak hukum agar bertindak cepat dan tidak berlarut-larut dalam penanganan perkara. Proses yang lamban dinilai hanya akan memperpanjang penderitaan korban sekaligus menggerus kepercayaan publik.

Di sisi lain, lembaga pendidikan tempat kejadian berlangsung turut menjadi sorotan. Lingkungan sekolah semestinya menjadi ruang aman bagi siswa, bukan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan. Oleh karena itu, MAKI Jatim meminta adanya evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem pengawasan, pembinaan karakter, hingga mekanisme penyelesaian konflik internal.

Baca juga: Hari ke-20 Ramadhan, MAKI Jatim Tebar 1.000 Takjil untuk Pengendara di Jalan Raya Juanda

“Jika tidak ada pembenahan serius, kejadian serupa berpotensi terulang,” tegasnya.

MAKI Jatim juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi jalannya proses hukum. Pengawasan publik dinilai penting guna memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan tidak menyimpang.

Pihaknya berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kasus ini tidak akan berhenti di tengah jalan. Kami pastikan keadilan benar-benar ditegakkan bagi korban,” ujar Heru.

Baca juga: Aksi Demo di Surabaya, Massa Desak Usut Dugaan Kolusi Tender Dinas Koperasi Jatim

Ia menambahkan, kasus ini harus menjadi peringatan keras bahwa tidak boleh ada ruang bagi kekerasan, terutama di lingkungan pendidikan. Setiap tindakan perundungan merupakan pelanggaran serius yang harus ditindak tegas.

“Tidak ada toleransi. Hukum harus ditegakkan. Keadilan bagi korban adalah harga mati,” pungkasnya.

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru