Gubernur Jawa Timur dan Dandim 0819/Pasuruan Tinjau Banjir Rejoso Pasuruan

Reporter : redaksi

PASURUAN, Metrosurya.com – Penanganan darurat bencana banjir di wilayah Kecamatan Rejoso mendapat atensi khusus dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Inf Boga Bramiko, Kamis (26/3/2026). Peninjauan diawali dengan inspeksi mendalam pada dapur lapangan yang berpusat di Kantor Kecamatan Rejoso guna memastikan manajemen logistik bagi warga terdampak berjalan tanpa kendala. Sinergi lintas instansi ini bertujuan untuk menjamin distribusi bantuan makanan tetap stabil dan tepat sasaran selama masa kedaruratan berlangsung.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan juga menyisir tenda-tenda pengungsian di Dusun Bandaran untuk memantau langsung kondisi kesehatan serta kelayakan fasilitas bagi para penyintas. Gubernur Khofifah secara personal menyapa warga sekaligus menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar, layanan medis, dan aspek keamanan menjadi prioritas utama pemerintah provinsi. Beliau menginstruksikan agar seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan terkoordinasi dalam memberikan pelayanan yang manusiawi bagi masyarakat yang terpaksa meninggalkan hunian mereka.

Baca juga: Jelang Kejurprov Piala Gubernur 2026, Ketua Umum PODSI Lamongan Bakar Semangat Para Atlet

Menopang upaya pemerintah, Letkol Inf Boga Bramiko menyatakan bahwa jajaran TNI telah disiagakan penuh untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan di titik-titik rawan. Personel Kodim 0819 Pasuruan diterjunkan tidak hanya untuk memperkuat distribusi bantuan, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada warga di tengah situasi krisis. Komitmen ini merupakan bentuk kemanunggalan TNI dalam merespons bencana, memastikan bahwa setiap bantuan fisik maupun pengamanan dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses sekalipun.

Baca juga: Pansus Real Estate DPRD Kabupaten Pasuruan Masuki Finalisasi

Sebagai langkah teknis percepatan pemulihan, peninjauan diakhiri dengan pengecekan performa pompa air di Sungai Blandongan, Kota Pasuruan. Fasilitas vital ini diharapkan mampu bekerja optimal untuk membuang debit air yang merendam pemukiman agar genangan segera surut. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama unsur militer dan pemerintah daerah terus berupaya maksimal mengintervensi tata kelola air guna mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang lumpuh akibat luapan banjir.

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru