SURABAYA || METROSURYA.com — PLN Group Jawa Timur menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan insan media se-Jawa Timur sebagai upaya mempererat sinergi dan komunikasi. Kegiatan yang mengusung tema “Nyalakan Energi Baru untuk Semangat Ramadhan Penuh Keberkahan” tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara PLN dan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, di Ruang rapat Majapahit . Selasa (10/3/2026)
Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan PLN serta perwakilan media dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hadir di antaranya Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Timur Kemas Abdul Gaffur, dan perwakilan PLN UIP JBTB Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi Dede Mairizal, Manager PLN Gresik Suhandopo, serta perwakilan unit PLN lainnya.
Baca juga: PLN Tebar Semangat Berbagi Idul Adha, Salurkan Lebih dari 2.000 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Timur, Kemas Abdul Gaffur, mengatakan media memiliki peran penting sebagai mitra strategis PLN dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Media bukan hanya menjadi sarana bagi PLN untuk menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjadi ruang bagi kami untuk belajar melalui kritik, saran, dan berbagai perspektif yang diberikan,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah kerja PLN di Jawa Timur sangat luas dan melibatkan sejumlah unit kerja dengan fungsi berbeda, mulai dari distribusi listrik kepada pelanggan, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, hingga pengelolaan sistem transmisi.
Ia menegaskan, dalam menjalankan pelayanan listrik kepada masyarakat selama 24 jam, PLN tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan media, sangat dibutuhkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
“Dalam beberapa tahun terakhir PLN juga terus melakukan transformasi, termasuk dalam cara berkomunikasi dengan masyarakat. Kami berupaya menghadirkan komunikasi yang lebih sederhana, lebih humanis, dan mudah dipahami oleh publik,” kata Kemas.
Dalam kesempatan tersebut, PLN juga memaparkan kesiapan sistem kelistrikan untuk menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Kemas menjelaskan bahwa PLN telah menetapkan masa siaga kelistrikan mulai 14 Maret hingga 29 Maret 2026 untuk mengantisipasi potensi gangguan, termasuk dampak cuaca ekstrem.
“PLN telah membentuk tim special force yang disiagakan di berbagai lokasi strategis seperti tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal, serta rumah sakit,” ujarnya.
Untuk wilayah Jawa Timur, PLN menyiapkan 562 posko siaga dengan total 5.524 personel yang tersebar di berbagai daerah.
Selain itu, PLN juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung guna menjaga keandalan sistem kelistrikan, antara lain 92 unit genset, 62 unit UPS, 234 unit kendaraan siaga, 15 unit crane truck, 359 mobil operasional, serta 457 sepeda motor operasional.
Di sisi lain, PLN juga memperkuat infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Hingga saat ini tersedia sekitar 257 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai titik di Jawa Timur.
Baca juga: Dirut PLN Kawal Langsung Pemulihan Kelistrikan Sumatra Jelang Hari Raya Idul Adha
Menurut Kemas, penggunaan kendaraan listrik diperkirakan terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan proyeksi PLN, pertumbuhan kendaraan listrik pada tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan penggunaan dan penjualan kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.
Beban Listrik Diprediksi Turun Saat Lebaran
Terkait kondisi sistem kelistrikan selama Ramadhan dan Idul Fitri, PLN memprediksi beban puncak listrik di Jawa Timur berada pada kisaran 5.000 hingga 6.000 megawatt (MW) selama bulan Ramadhan.
Namun pada masa Idul Fitri, beban listrik diperkirakan akan menurun sekitar 2 persen dibandingkan hari normal, karena aktivitas industri dan perkantoran berkurang.
“Pada saat Lebaran, beban listrik diperkirakan turun hingga sekitar 4.800 MW,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi pasokan, kapasitas pembangkit dan sistem transmisi di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 9.000 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya yang cukup untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
“Dengan kapasitas tersebut, sistem kelistrikan di Jawa Timur memiliki reserve margin atau cadangan daya yang aman untuk menghadapi kebutuhan listrik selama Ramadhan hingga Idul Fitri,” kata Kemas.
Selain sambutan dari pihak PLN, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Prof. M. Nuh.
Baca juga: Momentum Hari Lahir Pancasila, PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatra
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya nilai kesetiaan dalam kehidupan. Ia mencontohkan kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua dan berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal kebaikan paling tulus yang pernah mereka lakukan.
Salah satunya adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada ibunya dengan selalu mendahulukan ibunya ketika memberikan susu setiap malam.
“Jadilah manusia yang berpegang pada kesetiaan. Dalam usaha, perusahaan, maupun rumah tangga, banyak musibah terjadi karena ketidaksetiaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pesan Rasulullah bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.Menurutnya, semangat saling membantu dalam kehidupan sosial sangat penting, termasuk membantu orang lain agar dapat belajar, bekerja, dan menjadi lebih produktif.
“Memudahkan urusan orang lain akan membawa kebaikan. Sebaliknya, mempersulit orang lain justru dapat mendatangkan kesulitan di kemudian hari,” tuturnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara PLN dan insan media, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, khususnya terkait layanan kelistrikan selama bulan suci Ramadhan. (@dex)
Editor : redaksi