PASURUAN, Metrosurya.com – Genderang pembangunan di pelosok desa kembali ditabuh. Kodim 0819/Pasuruan secara resmi meluncurkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Lapangan Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Selasa (10/01/2026). Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat sejak pukul sembilan pagi ini menandai dimulainya kolaborasi intensif antara militer dan warga setempat.
Mengusung visi besar bertajuk “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” agenda ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, sebagai Inspektur Upacara. Di bawah komando Kapten Inf M. Hoiril Anam sebagai Komandan Upacara, sekitar 400 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga kelompok pelajar dan mahasiswa tampak berbaris rapi mengikuti prosesi pembukaan.
Baca juga: Pemotongan Tumpeng Simbol Keberkahan Dimulainya Pengabdian KDKMP Desa Dumpiagung
Deretan tokoh penting turut menyaksikan momen bersejarah ini, mulai dari pejabat teras Korem 083/Baladhika Jaya hingga jajaran Forkopimda Kabupaten Pasuruan. Kehadiran lintas instansi ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuatnya sinergitas antara institusi pertahanan, penegak hukum, dan pemerintah daerah dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan.
Komposisi pasukan upacara pun mencerminkan kemanunggalan yang inklusif, melibatkan personel Kodim 0819/Pasuruan, Satgas TMMD, unsur Marinir, hingga aparat kepolisian. Tak ketinggalan, elemen sipil seperti Dishub, Satpol PP, Linmas, serta perwakilan mahasiswa dari Unisma dan Unmer Pasuruan turut ambil bagian, mempertegas bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab kolektif.
Baca juga: KDKMP Mojongapit Jombang Resmi Diluncurkan, Warga Sebut Rekrutmen Fair dan Transparan
Dalam pidato resminya, Sekda Yudha Triwidya Sasongko memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kodim 0819/Pasuruan atas inisiatif program lintas sektoral ini. Beliau menekankan bahwa setiap rencana dalam TMMD telah disusun berdasarkan analisis kebutuhan riil masyarakat yang kemudian diselaraskan dengan peta jalan pembangunan pemerintah kabupaten.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, TMMD diharapkan menjadi katalisator bagi percepatan ekonomi desa dan peningkatan taraf hidup warga. Program ini juga menjadi sarana vital untuk menghidupkan kembali ruh gotong royong yang menjadi identitas bangsa, sekaligus mempersempit kesenjangan akses antarwilayah di Kabupaten Pasuruan.
Baca juga: Kusminanto: Tanah KDMP Bukan Aset Desa Tetapi Aset Milik Pemkab, Seperti Ini Kronologinya
Fokus pengerjaan dalam TMMD kali ini mencakup dua dimensi utama, yakni sasaran fisik yang menargetkan fasilitas penunjang ekonomi, serta sasaran nonfisik. Pada aspek nonfisik, masyarakat akan dibekali dengan edukasi hukum, peningkatan kreativitas, serta berbagai program pengembangan sumber daya manusia agar mampu menjadi warga desa yang mandiri dan berdaya saing.
Sebagai penutup, Inspektur Upacara menitipkan pesan krusial agar kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap terjaga meski program secara formal telah usai. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat memastikan bahwa manfaat pembangunan yang dihasilkan melalui TMMD Ke-127 ini dapat dirasakan oleh generasi mendatang secara berkelanjutan.
Editor : redaksi