LUMAJANG, METROSURYA.COM- Ranu Kumbolo (bahasa Indonesia: Danau Kumbolo) adalah sebuah danau kawah (maar) di Kabupaten Lumajang yang terletak di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Indonesia. Danau yang menyimpan banyak misteri ini merupakan bagian dari rute termudah pendakian yang berawal dari Ranu Pani menuju puncak Gunung Semeru. Dengan luas 12 hektare, Ranu Kumbolo menjadi danau terbesar dan terindah dari semua danau dalam kawasan TNBTS.
Menjadi tujuan awal bagi PENDAKI JAWA TIMUR ( PANJAT ) dalam melakukan kegiatan outdoor perdananya setelah deklarasi pada tanggal 10 November 2025
Baca Juga: PANJAT Menyapa Kemolekan "Jalur Sunyi" Penanggungan Via Sumber Lumpang

Berangkat dari Sidoarjo, pada tanggal 15 November 2025 , melalui jalur Lumajang Team yang beranggotakan 20 orang personil dengan peralatan pendakian yang sudah dipersiapkan sebelumnya tiba di lokasi pos perijinan pukul 7.30 pagi.
Setelah menyelesaikan dimaksimalkan ( Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi,) dan setelah mendengar kan briefing yang disampaikan oleh Cak Yo Saver Semeru, team mulai melakukan pendakian tepat di pukul 11.00 WIB dengan di iringi gerimis dan kabut tipis.
Setelah bersusah payah dengan jalur becek berlumpur dan basah kuyup oleh hujan, dan menempuh jarak sekitar 10 kilometer pada pukul 17.00 wib
Team sampai di Ranukumbolo. Dengan keadaan basah kuyup dan kedinginan mereka mendirikan tenda di area camp dekat tepian danau RANUKUMBOLO.
Baca Juga: Pendaki Jawa Timur (PANJAT) Gagas Konsep Baru Komunitas Pendaki
Tanggal 16 November 2025 pukul 05.00 mereka sudah bangun dan menyiapkan sarapan, setelah sarapan sebagian team ada yang melakukan pendakian ke Oro Oro ombo dan ada yang explorasi seputar danau. Pada pukul 10.00 wib mereka sudah membongkar tenda dan bersiap siap melakukan perjalanan pulang

Daim, Pendamping dari PP GST ( Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar) mengatakan " Saya senang dengan teman teman dari Pendaki Jawa Timur , walaupun rata rata sudah tidak lagi muda, namun masih penuh semangat dan langkahnya stabil , tidak seperti yang muda muda, langkah cepat, tapi istirahatnya lama, dan para Pendaki Jawa Timur ini terlihat sangat penuh rasa persaudaraan "
Lain halnya dengan Septy, pendaki wanita yang ikut serta dalam team Pendaki Jawa Timur berkata " Kali ini pendakiannya memang penuh tantangan, diguyur hujan, dan berkabut namun sangat menyenangkan, tahun 2026 di musim kemarau kita harus kembali lagi " Ujarnya penuh semangat . 'Keindahan Ranu Kumbolo memang tak perlu diragukan lagi. Di sana, para pendaki biasanya berburu sunrise yang memang begitu mengagumkan. Matahari pagi muncul di sela-sela dua bukit hijau berpadu dengan beningnya air danau menjadi sebuah panorama yang tak terucap.sehingga membuat kita ingin kembali" Pungkasnya

Pukul 15.30 setelah selesai bersih bersih, makan dan istirahat sejenak, dan mereka membuat video dokumenter, team dari Pendaki Jawa Timur pun melakukan perjalanan pulang dengan wajah yang tersirat penuh rasa puas. (@k47)
Editor : redaksi