H. Khoirul Nurudin Maju Dicalonkan Ketua PCNU Sidoarjo, Usung Semangat Kembali ke Khittah NU 1926

avatar redaksi
H. Khoirul Nurudin saat bersilaturahmi dengan Jenderal Dudung Abdurachman. Momen tersebut menjadi bagian dari perjalanan komunikasi dan jejaring kebangsaan (foto istimewa)
H. Khoirul Nurudin saat bersilaturahmi dengan Jenderal Dudung Abdurachman. Momen tersebut menjadi bagian dari perjalanan komunikasi dan jejaring kebangsaan (foto istimewa)

SIDOARJO, METROSURYA.COM – Dinamika menjelang pemilihan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo mulai menjadi perhatian kalangan Nahdliyin. Salah satu sosok yang menyatakan maju siap dicalonkan adalah H. Khoirul Nurudin, seorang tokoh keagamaan yang aktif dalam sejumlah organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Minggu (01/11/2026)

H. Khoirul Nurudin dikenal sebagai ustaz sekaligus pengurus Jam'iyah Qurro (JamQur) Wilayah Jawa Timur. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pengurus Rais Syuriyah Ranting NU Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Keputusannya untuk maju dalam pencalonan Ketua PCNU Sidoarjo disebut dilandasi semangat pengabdian dan keinginan untuk memperjuangkan kemaslahatan umat, sekaligus memperkuat kembali marwah organisasi Nahdlatul Ulama.

Dalam pandangannya, NU perlu terus menjaga independensi, soliditas, serta kembali berpegang pada nilai-nilai Khittah 1926 sebagai landasan perjuangan organisasi.

Langkah H. Khoirul Nurudin juga mendapat perhatian dari kalangan Nahdliyin arus bawah. Salah satu kelompok yang disebut memberikan dukungan adalah Pasukan Kobra 94/99, kelompok yang dikenal memiliki kedekatan historis dengan perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari dinamika aspirasi warga Nahdliyin yang menginginkan kepemimpinan PCNU Sidoarjo mampu merangkul berbagai elemen, mulai dari kalangan ulama, pengurus struktural, aktivis, hingga masyarakat akar rumput.

Di sisi lain, kedekatan H. Khoirul Nurudin dengan sejumlah tokoh nasional, termasuk Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, juga menjadi bagian dari jejaring komunikasi dan silaturahmi yang dimilikinya.

Meski demikian, ia disebut ingin menjaga posisi organisasi tetap independen dan tidak terseret kepentingan kelompok maupun kekuatan tertentu.

Bagi H. Khoirul Nurudin, kepemimpinan NU bukan semata-mata persoalan jabatan struktural, melainkan amanah besar untuk menjaga tradisi keulamaan, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

Ia juga dikenal sebagai sosok yang mengedepankan sikap netral dan berupaya menjaga garis perjuangan organisasi agar tetap berpijak pada kepentingan NU secara keseluruhan.

Pencalonan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ruang demokrasi organisasi yang sehat. Terlebih, PCNU Sidoarjo memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga tradisi keagamaan, memperkuat kaderisasi, serta menjawab berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.

Pada akhirnya, kepemimpinan NU membutuhkan integritas, keteladanan, kemampuan merangkul perbedaan, serta komitmen untuk mengabdi kepada umat.

Semangat kembali ke Khittah NU menjadi salah satu gagasan yang diangkat H. Khoirul Nurudin dalam langkahnya menuju pencalonan Ketua PCNU Sidoarjo. (@dex)

DIRUT PLN BARU
KAPOLRI

Berita Terbaru

ICON PUSAT