Ibnu Mubarak: Kerusakan Umat Berawal dari Rusaknya Teladan Para Tokoh

avatar redaksi
foto Ilustrasi: tokoh agama Abdullah bin al-Mubarak atau yang lebih dikenal sebagai Ibnu Mubarak.
foto Ilustrasi: tokoh agama Abdullah bin al-Mubarak atau yang lebih dikenal sebagai Ibnu Mubarak.

Metrosurya.com – Sebuah nasihat klasik dari ulama besar Islam, Abdullah bin al-Mubarak atau yang lebih dikenal sebagai Ibnu Mubarak, kembali menjadi perhatian di tengah berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Dalam sebuah riwayat yang dikutip dalam kitab Mafatih al-Ghaib, ia menegaskan bahwa kerusakan suatu umat kerap bermula dari rusaknya kelompok-kelompok yang seharusnya menjadi teladan.

Menurut Ibnu Mubarak, terdapat lima golongan yang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi masyarakat, yakni ulama, pejuang, ahli zuhud, pedagang, dan penguasa. Ketika kelompok-kelompok tersebut kehilangan integritas dan nilai-nilai moral yang semestinya dijaga, dampaknya akan meluas ke seluruh lapisan umat.

Dalam nasihatnya, Ibnu Mubarak mempertanyakan bagaimana masyarakat awam dapat memperoleh teladan apabila seorang ulama lebih mengutamakan harta daripada agama. Demikian pula, ketika seseorang yang dikenal zuhud justru terpikat oleh gemerlap dunia, maka orang-orang yang sedang berusaha memperbaiki diri akan kehilangan panutan.

Ia juga menyoroti para pejuang yang dipenuhi sifat tamak dan riya. Menurutnya, sikap tersebut akan melemahkan tujuan perjuangan dan mengurangi kemampuan menghadapi berbagai tantangan. Sementara itu, apabila para pedagang mengabaikan kejujuran dan amanah dalam bertransaksi, maka kepercayaan yang menjadi fondasi kehidupan ekonomi akan ikut terkikis.

Pesan yang paling tajam ditujukan kepada para pemimpin. Ibnu Mubarak mengibaratkan penguasa yang menzalimi rakyat sebagai serigala yang menjaga kawanan. Dalam kondisi demikian, rasa aman dan keadilan akan sulit terwujud di tengah masyarakat.

Nasihat tersebut tercantum dalam kitab tafsir karya Fakhruddin ar-Razi dan hingga kini masih sering dikutip dalam berbagai kajian keislaman sebagai pengingat pentingnya keteladanan moral di setiap lapisan kepemimpinan.

Para cendekiawan menilai pesan Ibnu Mubarak memiliki relevansi lintas zaman. Di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang, integritas para tokoh publik tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan membangun peradaban yang sehat.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa atau umat tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi maupun politik, tetapi juga oleh kualitas moral mereka yang berada di garis depan sebagai panutan masyarakat.

“Jika seorang penguasa bertindak seperti serigala, bagaimana rakyat dapat merasa aman?” menjadi salah satu penggalan nasihat yang hingga kini terus dikenang sebagai peringatan tentang pentingnya amanah dan tanggung jawab dalam kepemimpinan. (@red)

GM HENDRO
KARTIN JBTB

Berita Terbaru

UUD PERS 40 1999