Warga Dk. NgLempung Tolak Pembangunan Koperasi Merah Putih

Reporter : redaksi

REMBANG, Metrosurya.com Warga Dukuh Nglempung Desa Gedangan kec. Rembang tolak Pembangunan Gedung Koperasi merah putih yang Pembangunannya akan dilaksanakan di lapangan Volley.

Menurut salah satu tokoh dukuh Nglempung Agus Topiani ketika ditemui awak media media Senin (24/11) mengatakan bahwa pembangunan itu tidak disosialisasikan terlebih dahulu kepada warga. Warga secara serempak menolak pembangunan itu. Menurut Agus bahwa lapangan Volley itu sudah menjadi kesepakatan Kepala desa dan masyarakat dukuh Nglempung bahwa siapapun yang menjadi kepala desa, lapangan itu tidak boleh didirikan bangunan, ujar dia.

Baca juga: Miris, P3A TGAI AMRIH BAROKAH di Desa Babadan  di Kerjakan Tak Sesuai Petunjuk Teknis Demi Meraup Keuntungan Pribadi

Lanjut dia, yang memberikan tanda tangan kesepakatan saat rapat di balai desa Gedangan adalah Kamituwo Wajiran dan Ketua RT 04 Suparman. Namun kesepakatan itu tidak disampaikan kepada warga. Sehingga warga marah dan menolak pembangunan gedung koperasi merah putih.

Baca juga: Sekretaris BPD Jawa Tengah Usulkan Pemasangan CCTV  Di Desa Rawan Pencurian

Malamnya warga dan pemuda nglempung berkumpul di balai pertemuan dukuhan mengundang ketua Kepala desa tokoh masyarakat. Dari pihak desa diwakili oleh Jogoboyo dan Kamituwo. Mereka secara kompak menolak pembangunan di lapangan itu. Lapangan Volley itu kan dipakai olah raga anak- dan pemuda, juga dipakai saat pagelaran seni sedekah Desa. Lapangan Volley itu satu satunya tempat untuk aktifitas. Desakan warga yang memprotes semakin panas dan akhirnya disepakati pembangunan dipindah didukuhan lain.

Karena sebelumnya mereka juga sudah mendatangi rumah kepala desa namun tidak ketemu dan malam itu didesak untuk dipindahkan ke tempat lain, imbuh, Panjul.

Baca juga: DPC PEKNAS Rembang Turut Meriahkan REMBANG WEDDING EXPO 2026 di Balai Kartini 

Pagi harinya semua material pasir, batu pondasi langsung diangkut truk untuk dipindahkan. Pemuda desa secara gotong royong membawa cangkul untuk meratakan kembali area lapangan yang sudah dibuat lobang pondasi bangunan gedung. (Sigit).

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru