Survei Awal Lokasi Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dan Kerjasama dengan Mitra Pembudidaya King Lele Farm

Reporter : redaksi
Tim dosen dan mahasiswa-i program studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan saat berkunjung ke Kantor Pemerintah Desa Tengket, Arosbaya, Bangkalan

Tengket, Arosbaya. Metrosurya.com- Tim Mahasiswa-i Program Studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo Madura melakukan kunjungan sekaligus survei lokasi kegiatan Kampus Berdampak di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan Kampus Berdampak yang merupakan istilah terbaru dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, kali ini berfokus pada Kuliah Kerja Nyata Tematik yang dilakukan dalam bentuk pengabdian masyarakat oleh mahasiswa-i Prodi MSP UTM untuk membantu permasalahan dan melakukan pendampingan kepada para pembudidaya ikan, khususnya di Dusun Tonjungan, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. 

Program ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung guna mendorong pembangunan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. Pada tanggal 07 Agustus 2025, kegiatan survei difokuskan untuk mengetahui beragamam potensi yang dimiliki oleh Desa Tengket, Arosbaya serta untuk mendapatkan persetujuan secara resmi dari pihak Pemerintah Desa Tengket untuk proses pelaksanaan kegiatan Kampus Berdampak KKNT. Tak hanya itu, survei lokasi ini dilakukan untuk menjalin kerjasama dengan salah satu mitra pembudidaya di desa Tengket, Arosbaya. 

Pak Mahrun, selaku Sekretaris Desa Tengket, Arosbaya memberikan persetujuan terkait pelaksanaan kegiatan Kampus Berdampak KKNT di Desa Tengket

Survei lokasi diawali dengan pertemuan antara mahasiswa dan dosen pembimbing tim KKNT dengan perangkat desa, yang diwakili oleh Bapak Mahrun selaku Bapak Carik Desa Tengket, Arosbaya. Pertemuan tersebut mendiskusikan program kerja yang akan dilakukan oleh mahasiswa-i KKNT yang berfokus pada bidang perikanan berbasis potensi lokal desa.

"Saya mewakili perangkat Desa Tengket, Arosbaya menyambut baik dan mendukung penuh kedatangan mahasiswa-i KKNT Universitas Trunojoyo Madura di Desa Tengket ini. Besar harapan saya agar program kerja yang direncanakan dapat berkolaborasi dengan pihak desa dan direalisasikan dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat bagi warga sekitar untuk dapat meningkatkan potensi lokal desa Tengket Arosbaya" ujar bapak Mahrun dalam diskusi hangatnya. 

Selanjutnya, Mahasiswa KKNT Desa Tengket melakukan diskusi mendalam mengenai fasilitas yang dapat disediakan oleh pihak desa seperti lokasi tempat tinggal (basecamp), akses terhadap data kependudukan, serta dukungan logistik, dan mekanisme koordinasi dengan masyarakat untuk pelaksanaan program kerja selama kegiatan KKNT berlangsung. Diskusi berlangsung hangat dan produktif, menghasilkan komitmen bersama untuk menciptakan sinergi yang optimal antara mahasiswa dan masyarakat dalam penyelenggaran kegiatan KKNT.

Dokumentasi kegiatan penandatanganan kerjasama antara Pengusul Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat, Program Studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Trunojoyo Madura dengan Mitra Pembudidaya King Lele Farm, Arosbaya

Kegiatan survei lokasi dilanjut dengan penandatanganan surat kerja sama dengan salah satu mitra pembudidaya ikan lele yang berada di Desa Tengket Arosbaya, yaitu King Lele Farm. Surat Penandatanganan Kerjasama Mitra ini ditandatangani oleh Owner King Lele Farm, Bapak Samuel Faruq. Kerjasama yang ditandatangani berisi tentang komitmen kedua belah pihak untuk berkolaborasi mengembangkan program budidaya lele yang berkelanjutan. Program yang mampu dikembangkan secara berkelanjutan seperti Teknik pemeliharaan, manajemen pakan, hingga strategi pemasaran.

“King Lele Farm sangat antusias dapat menjadi bagian dari KKN Tematik kali ini. Kami berharap, melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang mereka pelajari sekaligus memberikan solusi untuk mengembangkan usaha budidaya lele di masyarakat, khususnya di Desa Tengket” kata Bapak Faruq. 

 Sebanyak 6 mahasiswa-i KKNT 2025 desa Tengket Arosbaya memiliki beberapa harapan yang menjadi misi tim untuk menciptakan kemandirian pangan dan meningkatkan ekonomi lokal. “Saya berharap desa Tengket mampu menjadi desa yang mengimplementasikan teknis budidaya yang inovatif seperti sistem bioflok” ujar Ajeng.

“Saya juga berharap dapat berhasil dalam transfer ilmu dan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan terstruktur sekaligus mampu memberikan solusi praktis optimalisasi sumberdaya dan efisien biaya operasional budidaya” tambah Cinta.

Kholiq dan Rifli pun memiliki misi yang tak kalah bagus “ Kami siap menjadikan desa ini model dari bisnis perikanan yang berkelanjutan dengan dukungan publikasi sebagai kontribusi nyata bagi ilmu terapan yang kami miliki” kata Kholiq dan Rifli.

Adapun Talitha dan Devita merupakan salah satu anggota kami yang berhasil magang di Biotrop Bogor dalam menformulasikan pakan ikan sehingga mereka berharap ilmu formulasi pakan yang dibuat mampu diimplementasikan di desa Tengket. Mereka mengatakan bahwa “ Kita akan memberikan sosialisasi dan pelatihan demostrasi pembuatan formulasi pakan ikan agar menjadi alternatif terbarukan dalam mengatasi biaya pakan ikan yang mahal” ucap Talitha dan Devita. 

Dengan terlaksananya survei lokasi dan penandatanganan kerja sama, Tim KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura siap untuk menjalankan program pengabdiannya. Kegiatan KKN ini rencananya akan dimulai pada Akhir bulan Agustus 2025 dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dan berkelanjutan bagi pemberdayaan masyarakat Desa Tengket, Arosbaya. (**)

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru