Kapal Nelayan dari Rembang Dilaporkan Tenggelam di Sekitar Pulau Bawean Gresik Jawa Timur

avatar redaksi

Rembang.metrosurya.com– Sebuah kapal nelayan dari Kabupaten Rembang, dilaporkan tenggelam di perairan sekitar Pulau Bawean, utara Gresik Jawa Timur, Selasa pagi (19 Agustus 2025).

Kapal itu teridentifikasi bernama KM Mina Lestari milik Sutani, warga Kelurahan Pacar Rembang. Sedangkan nahkoda kapal dipegang oleh Ngartono (48 tahun), warga Desa Kasreman Rembang.

Baca Juga: Suguhkan Panorama Indah, Diimah Cafe & Resto, Oase Wisata Kuliner Tepi Pantai Memikat di Jalur Pantura

Ketua Asosiasi Nelayan Jaring Tarik Berkantong Rembang Bhaita Adiguna, Lestari Priyanto saat dihubungi membenarkan informasi tersebut.

Jumlah anak buah kapal (ABK) sebanyak 14 orang, 1 diantaranya dikabarkan meninggal dunia, atas nama Lasno dari Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Sedangkan ABK lainnya selamat.

Belum diketahui pasti apa penyebab kapal tenggelam. Namun menurutnya, untuk ABK selamat dan korban meninggal dunia sudah dievakuasi dan dibawa oleh kapal nelayan dari Desa Tasikagung Rembang.

Menurut informasi, perjalanan dari Pulau Bawean ke Rembang, biasanya membutuhkan waktu sehari semalam.

Baca Juga: Polsek Sukolilo Bergerak Cepat Gagalkan Tawuran Remaja, Delapan Pelajar Diamankan

Untuk korban yang selamat dibawa kapal milik bapak Munari Tasikagung,” imbuh Lestari.

Sementara itu, Koordinator Unit Siaga Kantor SAR Rembang, Ahmad Nur Zein mengaku belum menerima laporan kejadian tersebut.

“Kemungkinan informasi diteruskan ke wilayah Jawa Timur. Kalau di kami belum ada informasi terkait hal itu,” bebernya.

Baca Juga: SD Negeri 2 Babaktulung Rayakan Dies Natalis ke-51 dengan Jalan Sehat & Ratusan Doorprize Meriah

Dihubungi terpisah, Kasat Polair Polres Rembang, AKP Mundi membenarkan adanya kapal tenggelam, mengakibatkan 1 korban meninggal dunia. Tapi datanya belum lengkap, karena masih berkoordinasi dengan pengurus dan ketua paguyuban nelayan.

Cuaca di Laut Jawa, terutama pesisir pantai utara Rembang sejak Senin malam hingga Selasa siang (19/08), terpantau angin kencang dan ombak besar. Bahkan pada Selasa siang turun hujan deras.

Nelayan harus memperkuat tali sandaran kapal di Pelabuhan Tasikagung, guna mengantisipasi benturan antar kapal. ( Or ).

GM HENDRO
KARTIN JBTB

Berita Terbaru

fATHOL