Metrosurya.com,JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang terus mendorong penguatan sektor pertanian tembakau sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk terjun menjadi wirausahawan di bidang pertanian. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Tobacco Agropreneur Day 2026 di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Jombang Fest 2026 sekaligus puncak Panen Tembakau ini mengusung tema “Agropreneur Tembakau Muda Berkarya, Tembakau Berjaya”.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much. Rony, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026. Berbagai agenda digelar, mulai dari bimbingan teknis agropreneur tembakau, pameran produk tembakau dan UMKM pertanian, Tobacco Processing Workshop bersama pabrik rokok, hingga talk show mengenai peluang bisnis dan masa depan agropreneur tembakau di Jombang.
Pada hari pertama, kegiatan diikuti sekitar 150 peserta dari kalangan petani, pelajar, dan mahasiswa. Sementara hari kedua dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari kelompok tani, penyuluh pertanian, mahasiswa, pelaku UMKM, serta masyarakat umum.
Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin, Forkopimda, Ketua Komisi B DPR RI, Sekda, kepala OPD, perwakilan Pemprov Jawa Timur, pengusaha rokok, APTI, serta sejumlah pelaku usaha turut hadir dalam puncak kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa tembakau merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian masyarakat Jombang.
Berdasarkan data hingga 30 September 2026, luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang mencapai 6.508,7 hektare dengan produktivitas daun basah berkisar 15–17 ton per hektare.
Menurut Warsubi, potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produksi, kepastian pasar, serta kemitraan yang sehat antara petani dan industri hasil tembakau.
Baca Juga: Pabrik Sepatu PT XINCHAI di Kabuh Disorot, Komisi B DPRD Jombang Siapkan Sidak
Pemkab Jombang juga terus memberikan dukungan berupa bantuan sarana produksi, alat rajang, pelatihan, demplot benih dan varietas unggul, hingga pengembangan kemitraan.
“Produksi yang tinggi harus diikuti kualitas yang baik dan kepastian pasar. Penilaian mutu harus transparan, informasi harga terbuka, dan kesepakatan pembelian memberikan keuntungan yang wajar bagi semua pihak,” tegas Warsubi.
Selain meningkatkan produktivitas, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada regenerasi petani. Generasi muda didorong tidak hanya menjadi petani, tetapi mampu mengembangkan bisnis tembakau dari sektor hulu hingga hilir dengan memanfaatkan teknologi dan pemasaran digital.
Puncak acara ditandai dengan penganugerahan Pemilihan Agropreneur Muda Tembakau 2026. Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, BRMP-TAS, PT Alliance One Indonesia, Petani Milenial Jawa Timur, influencer pertanian, serta Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.
Baca Juga: Tatap Muka dan Arahan Kapolres Jombang Kepada Personel Polsek Ploso dan Polsek Plandaan
Hasilnya, Yoska Tulus dari Poktan Pakis, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, berhasil meraih Juara 1. Juara 2 diraih Pujiono dari Gapoktan Gedungombo, Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, sedangkan Juara 3 diraih Ahmad Yusuf A dari Poktan Cangak, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan.
Sementara kategori harapan diraih M. Imron sebagai Harapan 1, Kurniawan Dhoni sebagai Harapan 2, dan M. Budi Susanto sebagai Harapan 3.
Peringkat berikutnya ditempati Ahmad Saifudin di posisi ketujuh, Andika Gilang di posisi kedelapan, serta Wahyu Setiawan di posisi kesembilan.
Melalui Tobacco Agropreneur Day 2026, Pemkab Jombang berharap komoditas tembakau semakin memiliki nilai tambah dan daya saing. Kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan generasi muda diharapkan mampu memperkuat ekonomi pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan sektor tembakau di Kabupaten Jombang.(Gondrong)
Editor : redaksi