Gelar Debat Pemilihan Ketua OSIS SMPN 6 Masing-masing Paslon Adu Kuat ViSi Dan Misi Di Depan Pendukungnya

avatar Muhammad Aldhen

REMBANG. Metrosurya.com Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 6 Menggelar kegiatan pemilihan ketua OSIS masa bakti 2026-2027. Kegiatan Debat diselenggarakan di halaman sekolah Sabtu (19/9) dan diikuti seluruh siswa kelas VII sampai kelas IX.

Kepala Sekolah SMPN 6 Rembang Sholikah berpesan bahwa kegiatan pemilihan ketua OSIS ini jauh lebih besar dari sekadar mengganti jabatan ketua OSIS. Namun anak-anak belajar demokrasi secara langsung. Bukan cuma teori di buku PPKn. Siswa belajar mencalonkan diri, menyampaikan visi-misi, debat sehat, memilih dengan jujur, dan menerima hasil kalah-menang. Itu latihan jadi warga negara, ujarnya

Baca Juga: Kwarcab Rembang Raih Juara Ke 2 Dalam Gelaran Estafet Tunas Kelapa Kwartir Daerah Jawa Tengah

Lanjut dia, Ketua OSIS yang baik bukan yang paling populer, tapi yang mau mendengarkan dan melayani. Proses pemilihan melatih kita menilai karakter: tanggung jawab, jujur, disiplin, dan bisa kerja sama, serta menjadi  Wadah untuk semua suara latihan menghitung suara dalam pemilihan.

OSIS itu jembatan antara siswa dan guru, kepala sekolah. Lewat ketua yang dipilih, aspirasi siswa-siswi dari acara sekolah, ekstrakurikuler, sampai masalah fasilitas untuk diperjuangkan.

Khalis yang berpasangan dengan Filsah dalam menyiapkan visinya "MEWUJUDKAN OSIS SMP 6 sebagai wadah yang inspiratif solit dan Berprestasi Untuk menciptakan SIswa BERKARAKTER KREATIF dan PEDULI.

Baca Juga: Kembali Memanas Isu Oknum DPRD Rembang Diduga Selingkuhi Istri Kades

Sementara itu Pasangan Sekar dan Naufa membeberkan visinya " MENJADI Organisasi yang aktif, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan, serta membentuk siswa yang bertanggung jawab dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, harmonis dan BERPRESTASI. 

Adu gagasan kedua pasangan mendapatkan aplus dari para pendukung masing-masing pasangan.

Perlu diketahui bahwa 
tanpa adanya pemilihan, organisasi akan mati. Dengan pemilihan tiap tahun sekali, sekolah memastikan selalu ada kader baru yang belajar mengelola program, anggaran, dan konflik. 

Baca Juga: MTsN 1 Rembang Minta Maaf Buntut Insiden Pengusiran Wartawan

Siswa akan belajar percaya diri, public speaking, dan mental kuat saat dikritik. Bagi pemilih: belajar tidak golput, tidak ikut-ikutan, dan menghargai perbedaan pilihan.

Jadi, pemilihan Ketua OSIS bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana seluruh sekolah belajar menjadi komunitas yang dewasa, Serta menjadi latihan dalam berdemokrasi mini di sekolah. (Sigit).

PIAGAM GM

Berita Terbaru