PATI | Metrosurya.com — Kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur desa ditunjukkan Endi Susilo, perangkat Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, yang akrab disapa Sapil. Di tengah kondisi ruas jalan yang dinilai sempit dan menyulitkan aktivitas warga, Sapil memilih turun tangan dengan membangun dan melebarkan jalan menggunakan dana pribadinya.
Ruas jalan yang dibenahi berada di Jalan Polos Desa Godo–Kropak, Kecamatan Winong, dengan panjang kurang lebih 1 kilometer. Selain melakukan pelebaran, Sapil juga mengupayakan pembangunan saluran yang berkaitan dengan kebutuhan irigasi pertanian masyarakat.
Sapil mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena dirinya prihatin melihat kondisi jalan yang setiap hari digunakan masyarakat.
“Saya merasa prihatin. Jalan ini sangat susah dilewati, bahkan untuk jalan kaki saja susah. Sebelumnya sudah pernah diajukan ke dinas dan pernah disurvei, tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Karena melihat kondisi masyarakat, akhirnya saya berinisiatif membangun secara pribadi,” ujar Sapil saat dikonfirmasi awak media, Minggu (16/8/2026).
Menurut Sapil, dana yang telah dikeluarkan untuk pengerjaan tersebut mencapai sekitar Rp50 juta, yang berasal dari uang pribadinya.
“Saya ikhlas untuk membangun kampung saya sendiri. Tidak ada niat apa-apa. Saya hanya ingin masyarakat bisa menikmati jalan yang lebih layak. Kalau pemerintah belum bisa merealisasikan, saya berusaha semampu saya,” tegasnya.
Saat ini alat berat telah diterjunkan untuk melakukan penimbunan sekaligus pengerjaan pelebaran jalan. Ruas yang sebelumnya sempit secara bertahap dibenahi hingga ditargetkan memiliki lebar sekitar 4 meter dari bahu jalan.
Soroti Lambannya Realisasi
Sapil juga menyoroti proses pengajuan pembangunan yang sebelumnya telah disampaikan kepada pihak terkait. Menurutnya, ruas jalan tersebut bahkan telah beberapa kali mendapat perhatian dan sempat dilakukan survei lapangan, namun hingga kini belum ada pembangunan yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: PE.TI.SI Rembang Soroti Makna WTP: Bukan Jaminan Daerah Bebas Korupsi
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalan merupakan salah satu infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga, khususnya untuk menunjang aktivitas sehari-hari serta mobilitas masyarakat dan sektor pertanian.
Langkah Sapil sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Sebagai perangkat Desa Godo sekaligus anggota Ormas Yakuza Pati, dirinya ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya melalui pernyataan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
Ormas Yakuza Pati sendiri selama ini dikenal membawa semangat kepedulian terhadap masyarakat kecil dan pembangunan daerah.
Apa yang dilakukan Sapil diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi perhatian bagi pemerintah agar persoalan infrastruktur di wilayah tersebut dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan program pembangunan yang ada.
Baca Juga: Ormas Yakuza Pati Gelar Jumat Berkah, Serukan Persatuan dan Kondusivitas Kabupaten Pati
Masyarakat tentu berharap keberadaan jalan yang lebih layak dapat meningkatkan akses warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mempermudah mobilitas menuju lahan pertanian.
Pembangunan jalan Godo–Kropak tersebut menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Namun, di sisi lain, kepedulian warga juga menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tetap membutuhkan kehadiran dan respons pemerintah.
Bukan sekadar bicara, Sapil memilih bergerak. Dari dana pribadi, jalan yang selama ini dikeluhkan warga mulai dibenahi. Kini masyarakat berharap kepedulian tersebut dapat diikuti dengan perhatian dan langkah nyata dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
(Dwi S.)
Editor : redaksi