Ormas Yakuza Pati Gelar Jumat Berkah, Serukan Persatuan dan Kondusivitas Kabupaten Pati

avatar Muhammad Aldhen

PATI | Metrosurya.com — Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama ditunjukkan organisasi kemasyarakatan Yakuza di Kabupaten Pati melalui kegiatan Jumat Berkah. Sebanyak 250 paket nasi bungkus dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas di depan Kantor DPRD Kabupaten Pati, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Yakuza terhadap masyarakat sekaligus bentuk partisipasi sosial pengurus dan anggota untuk menghadirkan manfaat melalui aksi sederhana.

Baca Juga: Camat Jaken Tegaskan Nama Sudewo Tak Pernah Disebut, Sumarjiono Disebut Inisiasi Pertemuan Pengisian Perangkat Desa

Penasehat Yakuza, Widodo, S.H., mengatakan kegiatan Jumat Berkah merupakan bentuk kebersamaan antaranggota sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ini merupakan partisipasi antaranggota agar apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat kepada sesama. Meskipun jumlahnya tidak banyak, kami berharap paket nasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Widodo.

Menurutnya, berbagi tidak harus dilakukan dalam skala besar. Kepedulian yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan solidaritas sosial.

Di sisi lain, Widodo turut menyampaikan keprihatinannya terhadap dinamika yang terjadi di Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan bahwa pengurus dan anggota Yakuza sepakat untuk ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, penyampaian aspirasi harus tetap mengedepankan etika, ketertiban, dan tanggung jawab.

“Kami sepakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Pati. Jangan sampai ada kelompok tertentu yang sengaja membuat gaduh dan memperkeruh suasana di daerah yang kita cintai ini,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Lanjutkan, MBG Lanjutkan, Ontran-ontran Buak Kali", Aspirasi Warga Pati untuk Program Pro Rakyat

Widodo juga menyayangkan apabila ruang-ruang yang memiliki nilai penting bagi masyarakat dan pemerintahan, termasuk lingkungan DPRD Pati, diperlakukan tanpa mengindahkan etika dan norma yang berlaku.

Ia menilai penyampaian kritik maupun aspirasi kepada pemerintah merupakan hak setiap warga negara dan bagian penting dari demokrasi. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab serta tidak berujung pada tindakan yang merusak fasilitas maupun mengganggu ketertiban umum.

“Menyampaikan pendapat itu boleh dan sah. Tetapi jangan sampai kemudian merusak demokrasi dengan mengatasnamakan suara rakyat. Aspirasi harus tetap disampaikan secara santun, tertib, bermoral dan beradab,” tandasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat Pati dapat menahan diri serta mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama. Perbedaan pandangan, kata dia, seharusnya menjadi ruang untuk mencari solusi, bukan menjadi alasan menciptakan pertentangan.

Baca Juga: Ribuan Pendukung Sudewo Padati Pengadilan Tipikor Semarang, Polisi Perketat Pengamanan

“Pati adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga agar tetap aman, nyaman dan kondusif. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus dibarengi dengan tanggung jawab dan niat membangun,” pungkas Widodo.

Kegiatan Jumat Berkah Yakuza diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat, berbagi manfaat, serta ikut menjaga keharmonisan kehidupan sosial di Kabupaten Pati.

( dwi s )

IKLAN LOWONGAN
ULTAH PIMRED

Berita Terbaru