Kudus | Metrosurya.com – Polemik yang sempat terjadi terkait keberadaan dan operasional Toko Madura di wilayah Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, akhirnya berhasil diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.
Proses mediasi difasilitasi oleh Paguyuban "Silaturahmi Nur Dzat Sejati Masyarakat Madura Kudus – Pati – Jepara" dengan melibatkan berbagai unsur terkait, di antaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Mijen, Ketua Paguyuban, serta didampingi oleh sejumlah awak media yang turut menyaksikan jalannya proses dialog tersebut.
Baca Juga: Sungai Jekulo Diduga Jadi Tempat Pembuangan Limbah, PT Enggal Subur Kertas Diminta Jangan Bungkam
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat untuk mengedepankan semangat persaudaraan, menjaga ketertiban usaha, serta mempertahankan kerukunan antar masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Kudus.
Sebagai salah satu bentuk kesepahaman bersama, dibahas pula mengenai pengaturan jarak operasional atau radius usaha sekitar 500 hingga 600 meter sebagai upaya menjaga keseimbangan dan stabilitas antara pedagang Madura dan pedagang lokal Kudus. Kesepakatan ini merupakan hasil musyawarah para pihak sebagai langkah menjaga iklim usaha yang sehat, kondusif, dan saling menghormati, serta bukan merupakan ketentuan hukum yang berlaku secara umum.
Ketua Paguyuban Silaturahmi Nur Dzat Sejati menyampaikan harapannya agar seluruh pedagang dapat menjalankan usahanya dengan baik tanpa menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Aksi Sosial Ramadan, LSM HARIMAU Kudus Turun ke Jalan Berbagi Takjil untuk Pengguna Jalan
Sementara itu, unsur pemerintah desa bersama aparat keamanan mengajak seluruh pihak untuk terus mengedepankan komunikasi dan koordinasi apabila muncul permasalahan serupa di kemudian hari.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, diharapkan hubungan antara pedagang Madura dan pedagang lokal di Kabupaten Kudus dapat terus terjalin harmonis, sehingga tercipta suasana yang aman, damai, dan saling mendukung dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Negara Runtuh Saat Agama Diperdagangkan dan Pendidikan Dibeli Kekuasaan
"Kerukunan adalah modal utama dalam membangun kebersamaan dan kemajuan ekonomi daerah. Mari kita jaga Kudus tetap adem, rukun, dan penuh toleransi."
( dwi s )
Editor : redaksi