Surabaya, Metrosurya.com – Olahraga menembak menggunakan senapan angin pompa manual atau “uklik” kian menunjukkan eksistensinya sebagai cabang olahraga yang diminati, khususnya di kalangan generasi muda. Tidak hanya sebagai hobi, uklik kini berkembang menjadi ajang kompetitif yang menuntut akurasi, kontrol, serta konsistensi tinggi.
Dalam praktiknya, olahraga ini menggunakan senapan jenis pump action yang dipompa manual sebelum digunakan. Beberapa kelas yang umum dipertandingkan antara lain Multi-Range (metsil) dengan jarak 18 meter dan Fun Game pada jarak 10 meter, yang biasanya menggunakan bidikan pisir atau pejera. Sikap menembak seperti posisi berdiri (standing) hingga jongkok menjadi bagian dari teknik yang harus dikuasai peserta.
Baca Juga: Pelatihan SEO AWS di Surabaya Tekankan Pentingnya Jejak Digital dan Profesionalisme Jurnalis

Selain aspek teknis, olahraga ini juga memberikan manfaat signifikan, seperti melatih fokus, meningkatkan koordinasi tangan dan mata, serta memperkuat stamina dan keterampilan motorik halus.
Praktisi sekaligus penggiat uklik, Mas Della, menilai potensi olahraga ini sangat besar dalam mencetak atlet berprestasi jika mendapat pembinaan yang tepat.
“Uklik bukan sekadar hiburan. Ini olahraga yang membutuhkan disiplin, ketenangan, dan latihan serius. Banyak anak muda yang memiliki potensi besar,” ujarnya.

Antusiasme tersebut terlihat dari berbagai kompetisi yang rutin digelar komunitas lokal. Salah satu agenda terdekat adalah kejuaraan menembak dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya yang memperebutkan Piala Wali Kota Eri Cahyadi pada 16–17 Mei 2026.
Baca Juga: Harkitnas Sebagai Titik Balik Penguatan Mutu serta Integritas Jurnalisme Indonesia
Lebih jauh, para penggiat berharap olahraga uklik dapat naik kelas melalui pembentukan klub-klub resmi yang terdaftar dan diakui oleh Perbakin. Langkah ini dinilai penting agar pembinaan atlet dapat berjalan terstruktur, sekaligus membuka peluang bagi atlet uklik untuk mengikuti kejuaraan resmi hingga tingkat nasional.

Hal senada disampaikan Didik Nurhadi. Pengurus bidang tembak sasaran Perbakin Gresik, Ia menilai uklik memiliki prospek besar jika dikelola secara profesional dan terorganisir.
“Olahraga menembak uklik memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang yang lebih profesional. Dengan pembinaan yang terarah dan pembentukan klub resmi, kami berharap uklik dapat menjadi bagian dari sistem pembinaan di bawah Perbakin, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujarnya. Minggu (03/3/2026) Pagi.
Baca Juga: Atlet Gresik Borong Prestasi di Piala Wali Kota Surabaya 2026, Kukuh Maulana Raih Juara WRABF Putra

Dengan meningkatnya minat masyarakat, dukungan pemerintah serta organisasi terkait diharapkan dapat menghadirkan ruang dan fasilitas yang memadai. Kehadiran klub resmi juga akan menjadi fondasi penting dalam menjaga standar keamanan, regulasi, serta kualitas kompetisi.
Olahraga menembak uklik kini bukan lagi sekadar aktivitas rekreasi, melainkan telah berkembang menjadi cabang olahraga yang berpotensi besar mencetak prestasi, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga menembak di Indonesia. (@Red)
Editor : redaksi