Pasar Maling Resmi Ditutup, Eri Tegaskan Jalan Harus Kembali ke Fungsinya

avatar metrosurya.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pengaspalan sisi timur Jalan Raya Wonokromo yang selama bertahun-tahun digunakan untuk Pasar Maling. (@red/metro)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pengaspalan sisi timur Jalan Raya Wonokromo yang selama bertahun-tahun digunakan untuk Pasar Maling. (@red/metro)

SURABAYA, METROSURYA — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa fungsi jalan harus dikembalikan sebagaimana mestinya, yakni sebagai jalur lalu lintas, bukan untuk parkir liar maupun aktivitas lain yang menghambat.

“Jalan ini harus kembali menjadi jalan, bukan tempat parkir atau aktivitas lain yang menghambat,” ujar Eri.

Baca Juga: Pelatihan SEO AWS di Surabaya Tekankan Pentingnya Jejak Digital dan Profesionalisme Jurnalis

Ia menekankan, setelah proses penataan selesai, kawasan tersebut tidak boleh lagi digunakan untuk parkir liar ataupun kegiatan yang mengganggu kelancaran arus kendaraan. Kebijakan ini dinilai penting untuk mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi.

Menurutnya, antrean kendaraan sebelumnya kerap memanjang hingga kawasan Simpang Jagir dan mengarah ke Wonokromo, yang menjadi salah satu titik padat lalu lintas di Kota Pahlawan.

Salah satu faktor pemicu kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut adalah aktivitas Pasar Maling Wonokromo yang kerap memadati badan jalan. Pasar ini dikenal sebagai pusat penjualan barang bekas seperti ponsel, pakaian, sepatu, hingga berbagai barang lainnya.

Baca Juga: Harkitnas Sebagai Titik Balik Penguatan Mutu serta Integritas Jurnalisme Indonesia

Aktivitas pasar tersebut biasanya mulai ramai sejak pukul 16.30 WIB hingga dini hari, sehingga berdampak pada penyempitan jalan dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk malam hari.

Sebagai bagian dari penataan, Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan pengaspalan sepanjang kurang lebih 500 meter dengan tambahan lebar jalan sekitar 4 hingga 5 meter. Pelebaran ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jalan dan memperlancar arus kendaraan.

Selain itu, para pedagang yang sebelumnya beraktivitas di sepanjang ruas jalan telah direlokasi ke tempat yang telah disiapkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Polsek Gayungan Perketat Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Almasih di Gereja Tiberias Cito

“Pedagang sudah kita relokasi ke tempat-tempat yang disiapkan. Jadi, jalan ini tidak lagi dipakai untuk aktivitas yang mengganggu lalu lintas,” jelas Eri.

Pemkot berharap, dengan penataan ini, kemacetan dapat ditekan dan kenyamanan pengguna jalan semakin meningkat. (@dex)

GM HENDRO
KARTIN JBTB

Berita Terbaru

fATHOL