Jelang Lebaran Ketersediaan Beras di Rembang Dipastikan Aman

avatar redaksi

REMBANG | Metrosurya.com - Ketersediaan beras di Kabupaten Rembang menjelang Hari Raya Idul Fitri dipastikan dalam kondisi aman.

Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menyebut stok beras masih mencukupi bahkan hingga beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Ketua LSM Harimau Pati Cak Wito : Akan Sidak Dapur MBG, Soroti Dugaan Penggunaan IPAL Tak Sesuai Juknis BGN

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dintanpan Kabupaten Rembang, Dyah Ajeng Trenggonowati, mengatakan ketersediaan beras saat ini cukup melimpah. Stok beras di gudang Bulog per 7 Maret 2026 tercatat sekitar Stock 8.000 ton, sementara di Sari Buana mencapai sekitar 550 ton dan Jon Putra 500 ton.

“Kalau stok beras jelang hari raya di Kabupaten Rembang masih cukup, Mas. Di Bulog sendiri ada sekitar 8.000 ton, kemudian di Sari Buana sekitar 550 ton dan Jon Putra 500 ton, belum lagi ditambah penggilingan-penggilingan beras lainnya,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

la menjelaskan, rata-rata konsumsi beras masyarakat sekitar 89,03 kilogram per orang per tahun. Jika angka tersebut dikalikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Rembang, maka total kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 5.000 ton setiap bulan.

Sehingga, ketersediaan beras di Kabupaten Rembang diperkirakan tetap aman dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini juga didukung dengan mulai berlangsungnya panen padi di sejumlah wilayah, sehingga pasokan beras dipastikan terus bertambah.

Meski sempat terjadi angin kencang yang menyebabkan sebagian tanaman padi roboh, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap hasil panen secara keseluruhan.

“Produksi petani cukup bagus. Memang ada beberapa tanaman yang sempat ambruk karena angin kencang, tapi secara umum masih bisa dipanen dengan kondisi yang cukup baik,” jelasnya.

Bahkan saat ini gudang Bulog masih dalam kondisi penuh. Selain itu, masih terdapat program bantuan pangan (Bapang) dari Bulog yang belum seluruhnya tersalurkan kepada masyarakat. Dengan kondisi tersebut, stok beras di Kabupaten Rembang saat ini tergolong berlebih.

Baca Juga: Polsek Sukolilo Bergerak Cepat Gagalkan Tawuran Remaja, Delapan Pelajar Diamankan

“Ini bahkan Bulog itu sendiri mau nangkap hasil panenan juga mereka masih full gudangnya. Karena kan dari Bulog ada kegiatan Bapang ya, bapang ini belum tersalurkan,” terangnya.

Meski stok beras dipastikan aman, peningkatan permintaan di masyarakat menjelang Ramadan hingga Idul Fitri diperkirakan tetap akan terjadi. Untuk membantu memenuhi kebutuhan sekaligus menekan kenaikan harga, Dintanpan Rembang telah menggelar Gerakan Pasar Murah di Kampung Ramadan.

Ia menuturkan bahwa dalam kegiatan pasar murah tersebut Dintanpan menyediakan sekitar dua ton beras bersubsidi bagi masyarakat. Namun, jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan warga yang datang.

“Waktu pasar murah kemarin kita menyediakan dua ton beras subsidi. Itu saja masih kurang, ada beberapa pembeli yang tidak kebagian. Padahal itu baru satu hari,” katanya.

Baca Juga: Warga Sukolilo Tertipu Investasi Peternakan Sapi, Rugi Rp255 Juta

Dalam waktu dekat, Dintanpan Rembang kembali akan menggelar kegiatan pasar murah bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Rembang. Rencananya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Rembang pada Kamis minggu ini.

Pada keesokan harinya, Jumat, pasar murah juga dijadwalkan kembali digelar di Kantor Dintanpan Rembang sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Sesuai arahan Pak Kadin, kita memaksimalkan pelaksanaan pasar murah ini menjelang hari raya. Kamis dan Jumat itu menjadi pelaksanaan terakhir sebelum Lebaran, karena tanggal 18 sudah mulai libur," tandasnya.

( Dwi s )

GM HENDRO
KARTIN JBTB

Berita Terbaru

fATHOL