Metrosurya.com,Kota Cirebon Jawa Barat - Berbagi kebaikan dan mendengarkan hal baik di bulan suci ramadhan merupakan hal dianjurkan oleh agama. Seperti menghatamkan Al-Qur’an, mendengarkan ceramah, mengikuti kajian keislaman dan berbagi takjil.
Mengikuti anjuran dibulan suci ramadhan itu, SMP Harapan Kita Kota Cirebon Jawa Barat menggelar kegiatan bagi-bagi takjil gratis masyarakat Kota Cirebon melewati SMP Harapan Kita dengan Tema “Ramadhan Berbagi”
Siswa SMP Harapan Kita yang dipimpin oleh Kepala sekolah SMP Harapan Kita Ibu Ajeng Sokawati dan Guru, Siswa melakukan pembagian takjil gratis di depan SMP Harapan Kita.
Pembagian takjil ini sebagai upaya menanamkan kebaikan kepada sesama manusia, baik itu selama bulan puasa.
Sehingga pada kesempatan ini juga bukan hanya siswa yang memiliki naluri berbagi, tapi akan lebih dari itu.
“Selain aksi mulia, kami juga sedang mengedukasi masyarakat bahwa bagaimana nikmatnya berbagai kebaikan di bulan yang penuh berkah. Dan ternyata, lewat aksi ini hadirkan senyum antara mereka yang menerima takjil dan mereka yang membagikan Takjil.”
Kegiatan Pembagian takjil ini merupakan satu diantara tujuh program Pesantren Kilat SMP Harapan Kita Kota Cirebon Jawa Barat.
Pesantren Kilat bukan program permanen Sekolah, tapi hanya ada pada saat bulan Suci Ramadhan sebagai wadah belajar khusus untuk mengembangkan dan mempraktekkan ajaran Islam pada siswa SMP Harapan Kita.
Baca Juga: Pria Terbaring di Trotoar Tuparev Tak Bergerak, Warga Kedawung Langsung Hubungi Polisi
“Pada bulan puasa ini, Pesantren kilat kita isi dengan Tujuh program, dengan Nawaitu ingin menghidupkan ajaran Islam pada diri peserta didik”
Selain itu, dalam program Pesantren itu ada tujuh Item, Yang pertama belajar cara membaca Al-qur’an, tadarusan, belajar shalat jenazah, belajar menulis Al-Qur’an, belajar ceramah, seni islami dan yang terakhir adalah Ramadhan berbagai atau pembagian takjil
Ketika awak Media Metro Surya mewawancarai Kepala Sekolah SMP Harapan Kita Ibu Ajeng Sokawati mengatakan, tujuh dari item pesantren kilat ini merupakan terobosan mulia dalam rangka melahirkan Generasi yang cerdas ilmu dunia dan cerdas ilmu Akhirat.
Penanaman nilai dunia dan akhirat ini harus tetap didukung bagi semua guru-guru yang lain, tentunya dengan mensuport dan mengajak siswa-siswa itu sendiri.
Baca Juga: Jalan Buntu Jadi Akhir Aksi Sekelompok Pemuda Bersajam yang Diduga Hendak Tawuran di Cirebon
Oleh karena demikian, ikhtiar baik di bulan penuh berkah ini jangan sampai terlewatkan dengan sia-sia.
“Sebagai pucuk pimpinan, saya harus mendukung upaya ini, kalau program ini sukses, lalu melahirkan Generasi Qur’an dan Qur’ani tentunya kita semua yang bangga” Tutupnya
Nurhari
Editor : redaksi