Pati | Metrosurya.com – Pemerintah Kabupaten Pati menghibahkan lahan seluas 5,2 hektare kepada Perum Bulog sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Lahan tersebut berada di dua lokasi, yakni seluas 2 hektare di Desa Kayen dan 3,2 hektare di Desa Margoyoso.
Hibah tanah ini ditujukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur pasca panen Bulog yang secara nasional direncanakan di 100 lokasi. Di Kabupaten Pati, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan gudang penyimpanan, sentra penggilingan padi, gudang penyimpanan beras dan jagung, serta pabrik tepung.
Proses hibah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, dan Bupati Pati Sudewo, yang berlangsung di Pendopo Pemerintah Kabupaten Pati, Kamis (16/1/2026).
Bupati Sudewo menyampaikan bahwa hibah lahan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami berkomitmen menyediakan lahan strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan bangsa,” ujar Sudewo.
Ia menambahkan, pemberian hibah tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat sistem logistik pangan nasional dan meningkatkan daya serap hasil panen petani.
Baca Juga: Polsek Sukolilo Bergerak Cepat Gagalkan Tawuran Remaja, Delapan Pelajar Diamankan
Dengan dibangunnya berbagai fasilitas tersebut, diharapkan kualitas hasil panen dapat terjaga secara optimal dari hulu hingga hilir, sekaligus menekan potensi kehilangan hasil pasca panen.
Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menyatakan bahwa kemitraan antara Bulog dan Pemkab Pati dapat menjadi model kerja sama yang direplikasi di berbagai kabupaten dan kota lain di Indonesia.
“Kolaborasi ini memperkuat sinergi pusat dan daerah demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan,” katanya.
Baca Juga: Warga Sukolilo Tertipu Investasi Peternakan Sapi, Rugi Rp255 Juta
Bulog juga memastikan infrastruktur yang dibangun akan dilengkapi dengan teknologi modern, seperti alat pengering (dryer), unit penggilingan padi (rice milling unit/RMU), silo, serta sistem penyimpanan terbaru yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah. Pembangunan ini didanai melalui dana Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2026.
Bulog meyakini kehadiran infrastruktur tersebut akan memperkuat rantai pasok logistik pangan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen.
( Dwi s )
Editor : redaksi