Rembang, Metrosurya.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kembali menjadi sorotan di Kabupaten Rembang, khususnya di Kecamatan Sarang. Sejumlah orang tua murid mengeluhkan kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka karena dinilai tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah.
Keluhan mencuat setelah salah satu siswa SDN 2 Babaktulung Sarang, menerima jatah makan yang hanya berisi potongan tulang tanpa lauk layak konsumsi. Foto yang beredar di WA group guru dan wali murid memperlihatkan isi kotak makan yang jauh dari standar gizi minimal untuk anak sekolah. Situasi ini menimbulkan kekecewaan sekaligus kekhawatiran para wali murid.
“Program MBG ini seharusnya tidak dijadikan ajang bisnis, tetapi benar-benar dijalankan untuk kepentingan masyarakat, terutama anak-anak kami,” ujar salah satu wali murid.
Kepala SDN 2 Babaktulung, Diran, S.Pd.SD., mengakui persoalan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak penyedia maupun grup koordinasi MBG. Namun, hingga kini kualitas yang diterima masih belum menunjukkan perbaikan signifikan.
“Saya sudah sering komplain, terutama di grup WA MBG… ya begitulah, masih tetap seperti itu,” kata Diran.
Orang tua murid dan masyarakat Rembang mendesak Satgas MBG agar lebih proaktif mengawasi pelaksanaan program, termasuk proses pengadaan dan distribusi makanan. Mereka menilai, kesalahan dalam penyediaan makanan bukan hanya soal pelayanan yang buruk, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik.
Warga berharap dinas terkait turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. “Program ini sangat baik, tapi harus diawasi ketat supaya tidak disalahgunakan dan makanan yang diberikan tidak asal-asalan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Namun tanpa pengawasan yang kuat, aspirasi tersebut dikhawatirkan hanya menjadi slogan tanpa implementasi yang memadai. (Red)
Editor : redaksi