DBD Merebak, Persatuan Pemuda Lakukan Fogging Mandiri Di Lingkungan Dusun Pupus Desa Blawi

Reporter : redaksi

Metrosurya.com,Lamongan .Persatuan pemuda Dusun Pupus,desa Blawi Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan melakukan fogging mandiri di lokasi banyak warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Karena dalam kurun waktu 2 bulan sudah ada 18 warga yang terjangkit DBD.

Fogging mandiri itu dilakukan merespons keluhan dari warga yang khawatir tentang merebaknya kasus DBD di wilayah tersebut.
Minggu (20/04/2025).

Baca juga: Media Barra22.com Kembali Salurkan Air Bersih dan Sembako ke Dua Lokasi di Lamongan

Dari pendataan relawan pemuda Desa Pringu, ada lebih dari 18 lebih penderita DBD yang terdata antara Maret-April 2025.
Relawan ini melakukan iuran mandiri untuk membeli alat fogging portable beserta obat-obatan yang dibutuhkan.


Koordinator Pemuda, Taufik menjelaskan sebelumnya pelaksanaan fogging yang dilakukan secara menyeluruh untuk 1 desa oleh pemerintah Desa, tapi khusus di dusun Pupus masih banyak yang terjangkit DBD maka para pemuda berinisiatif untuk melakukan fogging kembali sebagai upaya preventif dan kami juga koordinasi dengan pemdes Desa terkait kegiatan fogging ini," tegas pria yang juga ketua Rukun Warga tersebut.

Baca juga: M. Munip Syarif Terpilih Aklamasi Nakhodai KONI Lamongan 2026–2030, Bupati Yes Minta Fokus Pembinaan dan Tambah Cabor Un

Fogging kali ini meliputi 3 RT, Kami ada beberapa tim yang bergerak di lapangan, ada yang tiba duluan di lokasi untuk pemberitahuan ke rumah warga yang akan di-fogging untuk menutup makanan dan hewan piaraan agar tidak terkena asap fogging" ujarnya

Selain rumah-rumah warga terdampak, sasaran fogging mandiri ini juga menyasar sekolah-sekolah, musala dan fasilitas umum.

Baca juga: PT Surya Pesona Kayu Nusantara Rutin Salurkan Bansos kepada Warga Kurang Mampu di Desa Mantup

Sementara itu Musbach selaku kepala Dusun Pupus mengatakan,"Selain fogging, para pemuda juga menyosialisasikan langkah pencegahan dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk mulai dari menguras tempat penampungan air secara rutin,".

Kami berharap ada tindak lanjut lebih dari pemerintah desa dengan memberikan bentuk-bentuk pencegahan lain seperti menggiatkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk dan 3M Plus," pungkasnya

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru