PANJAT Menyapa Kemolekan "Jalur Sunyi" Penanggungan Via Sumber Lumpang

Reporter : redaksi

METRO SURYA – TRAWAS, MOJOKERTO. Gunung Penanggungan atau yang dikenal sebagai Puncak Pawitra seolah tak pernah kehabisan daya tarik. Meski jalur Tamiajeng kerap menjadi primadona, kini muncul primadona baru yang menawarkan sensasi berbeda: Jalur Sumber Lumpang.

Belum lama ini, komunitas Pendaki Jawa Timur (PANJAT) mencoba menapakkan kaki di jalur yang terletak di Jl. Raya Duyung Trawas Hill, Desa Duyung, Trawas tersebut. Lokasinya yang tak jauh dari pos perizinan Tamiajeng menjadikan Sumber Lumpang sebagai alternatif strategis bagi pendaki yang ingin menghindari keriuhan.

Baca juga: Perayaan Ulang Tahun ke-7 Vano di Desa Mojogebang

Petualangan dimulai setelah proses registrasi yang cukup terjangkau, yakni Rp15.000 per orang. Hanya 15 menit berjalan dari pos perizinan, pendaki langsung disambut oleh kesegaran aliran sungai yang jernih. Tak lama berselang, hamparan kebun kopi yang asri mulai memayungi langkah, memberikan udara sejuk yang khas.

Memasuki Pos 1, pendaki dihadapkan pada dua pilihan jalur:

Arah Kanan: Melewati Puncak Gunung Mas dan Makam Puncak Gunung Bende.

Jalur Lurus: Rute lebih panjsng melalui Pos 2 Lebrok menuju Pos 3 Puncak Gunung Bende.

Pos 3 Puncak Gunung Bende menjadi salah satu titik favorit. Area berkemahnya luas, sanggup menampung hingga 60 tenda. Di siang hari, kegagahan Gunung Welirang berdiri tegak di depan mata, sementara saat malam tiba, kerlip lampu kota (city light) menjadi penghibur lelah.

Menariknya, di sini terdapat shelter untuk beristirahat serta Warung Gunung Cak Pardi. Kehadiran warung yang menyediakan aneka gorengan hangat ini tentu menjadi kemewahan tersendiri di tengah jalur pendakian yang sunyi.

Baca juga: Pendaki Jawa Timur (PANJAT) Gagas Konsep Baru Komunitas Pendaki 

Selepas Pos 3 dan area Watu Gede, mental dan fisik pendaki mulai diuji. Terdapat tanjakan ikonik bernama Tanjakan Kerek (Tanjakan Anjing). Kontur tanahnya yang licin dan kemiringan yang menantang menuntut konsentrasi penuh.

Setelah bergelut sekitar 45 menit, tim PANJAT tiba di Pos 4 Cemoro Nekat. Dari titik ini, kegagahan Puncak Pawitra dan Latar Pawitra sudah terlihat jelas di depan mata. Hanya butuh 20 menit tambahan untuk sampai di Latar Pawitra, di mana sabana rumput yang luas menyambut dengan pemandangan yang menakjubkan.

Permata yang Tersembunyi

Humas Pendaki Jawa Timur, Nanang Haromain, mengaku terkesan dengan jalur ini. Baginya, Sumber Lumpang memiliki potensi besar untuk bersaing dengan jalur-jalur populer lainnya.

Baca juga: Klarifikasi Operasional Gudang Meniran di Dusun Sukorejo: Murni Jual Beli Bahan Pakan Ternak dan Bukan Beras Ilegal

"Masak tempat seasri dan seasik ini masih kalah dengan jalur yang populer dan selalu ramai seperti Tamiajeng?" kelakar Nanang di sela-sela pendakian.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia ini menegaskan bahwa vegetasi yang masih rapat dan jalur yang bersahabat bagi kaki menjadi nilai plus utama. "Tempatnya asri, jalurnya lebih 'enak' di kaki dibanding jalur lain. Ini membuat kita selalu ingin kembali ke sini, dan mungkin LATAR PAWITRA bisa menjadi tempat ikonik untuk jalur Sumber Lumpang" pungkasnya.

Bagi Anda yang merindukan ketenangan dan suasana hutan yang masih alami, Jalur Sumber Lumpang bisa menjadi daftar tujuan pendakian akhir pekan ini.

(@k47)

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru