SURABAYA | METROSURYA.COM – Memasuki usia keempat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) melakukan langkah penyegaran organisasi melalui perubahan sejumlah posisi strategis dalam struktur kepengurusan inti.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-4 AMI, Rabu (4/11/2026).
Baca juga: HUT Ke-4 AMI, Kembali Gelar Liburan ke Bali, 72 Peserta Disiapkan Berangkat Gratis
Rapat dipimpin langsung Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, S.E., S.H., dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota organisasi.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari perubahan struktur kepengurusan DPP AMI, persiapan kegiatan liburan akhir tahun 2026 dan awal tahun 2027, hingga menampung aspirasi, masukan, serta usulan dari seluruh pengurus dan Srikandi AMI.
Dalam arahannya, Baihaki Akbar menegaskan bahwa penyegaran kepengurusan merupakan bagian dari evaluasi organisasi untuk memperkuat komitmen, loyalitas, dan tanggung jawab seluruh jajaran pengurus.
Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya memiliki banyak anggota atau figur yang pandai berbicara. Lebih dari itu, AMI membutuhkan orang-orang yang memiliki integritas, komitmen, loyalitas, serta memahami tujuan dan arah perjuangan organisasi.
"Kami tidak membutuhkan sekadar orang pintar. AMI membutuhkan orang yang memiliki komitmen, loyalitas, dan benar-benar memahami organisasi. Kalau ada yang belum tahu, kita bisa belajar dan berdiskusi bersama," tegas Baihaki dalam rapat tersebut.
Ia menjelaskan, perubahan struktur tidak dilakukan secara menyeluruh. Penyegaran difokuskan pada beberapa posisi inti, terutama unsur wakil ketua, sekretaris, dan bendahara.
Baihaki juga menekankan bahwa AMI dibangun melalui kontribusi kolektif para pendiri, pengurus, dan anggota yang sejak awal telah berjuang membesarkan organisasi.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan AMI tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk dinamika internal yang belakangan menjadi bahan evaluasi.
Dalam kesempatan itu, Baihaki menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya etika berorganisasi. Ia menilai setiap anggota yang ingin mengundurkan diri dan membangun organisasi baru sebaiknya menyampaikan keputusan secara terbuka dan menuntaskan tanggung jawabnya terlebih dahulu.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam berorganisasi merupakan hal yang wajar. Namun, keterbukaan dan sikap profesional harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan persoalan yang dapat berdampak terhadap nama baik organisasi.
"Kalau memang ingin keluar dan mendirikan organisasi sendiri, sampaikan secara terbuka. Itu sikap ksatria. Jangan sampai masih tercatat dalam struktur kepengurusan, tetapi menjalankan organisasi lain tanpa kejelasan," ujarnya.
Baihaki juga menegaskan bahwa AMI bukan organisasi yang dibangun untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Sejak awal, organisasi tersebut berupaya menjadi wadah bagi generasi muda Madura untuk mengembangkan kapasitas, wawasan, dan kepedulian sosial.
Ia berharap seluruh pengurus dapat menjadikan momentum ulang tahun keempat sebagai titik balik untuk memperkuat soliditas dan meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat maupun institusi pemerintahan.
Dalam forum tersebut, sejumlah pengurus turut menyampaikan pandangan dan masukan terkait perubahan struktur. Salah satu masukan yang mengemuka adalah pentingnya menempatkan orang yang benar-benar aktif dan menjalankan tanggung jawab sesuai jabatan yang diamanahkan.
Para peserta juga mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi bukan sekadar nama yang tercantum dalam surat keputusan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan secara nyata.
Baihaki menyambut berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi bersama. Ia menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan diperlukan agar organisasi tidak berjalan seperti sebuah sistem kerajaan, melainkan tumbuh melalui mekanisme kaderisasi dan pembagian tanggung jawab.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal AMI Terpilih, Kukuh Setya, menyampaikan dukungannya terhadap langkah penyegaran kepengurusan. Ia berharap susunan kepengurusan yang baru dapat membawa organisasi semakin maju dan mampu merealisasikan program kerja secara konkret.
Baca juga: Nama Chester dan Suami Diseret Dumas Dugaan Eksploitasi Anak, Rp550 Juta Ikut Disorot
"Mari kita buktikan dengan kepengurusan yang baru ini. Semoga DPP Aliansi Madura Indonesia semakin maju. Kita tidak perlu banyak bicara, tetapi tunjukkan bukti nyata," ujar Kukuh.
Peringatan HUT ke-4 AMI menjadi momentum bagi organisasi untuk melihat kembali perjalanan, mengevaluasi dinamika internal, sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan ke depan.
Baihaki menegaskan, keberhasilan organisasi bukan diukur dari seberapa banyak orang yang bergabung, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh pengurus dan anggota tetap menjaga kebersamaan, memperkuat loyalitas, serta mengedepankan gagasan dan inovasi dalam menjalankan fungsi organisasi.
Dengan penyegaran struktur kepengurusan tersebut, AMI diharapkan semakin solid, profesional, dan konsisten menjalankan peran sebagai organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"AMI tidak perlu banyak bicara. Kita buktikan melalui kerja nyata dan kontribusi yang bisa dirasakan masyarakat," pungkas Baihaki. (@dex)
Editor : redaksi