Buah Perjuangan Panjang GSJT, Gubernur Jawa Timur Berikan Bantuan Normalisasi Kendaraan GSJT

Reporter : redaksi

Surabaya || Metrosurya.com,6 Maret 2026 — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur menyerahkan bantuan normalisasi kendaraan kepada pengemudi yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan nasional menuju target bebas kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2027.

Acara serah terima kendaraan berlangsung di halaman Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Frontage Road Jalan Ahmad Yani No. 268, Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Semangat Hari Lahir Pancasila PLN UIP JBTB dan PLN Grup Jawa Timur Berikan Bantuan ‘Omah Terapiku’

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tiba di lokasi acara sekitar pukul 17.10 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim sebagai bagian dari kegiatan sosial di bulan suci Ramadhan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta penyampaian laporan program oleh Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Dr. Yono, ST, MT.

Dalam laporannya, Yono menjelaskan bahwa program normalisasi kendaraan bertujuan membantu pemilik kendaraan, khususnya yang bersifat perorangan, agar armada yang beroperasi memenuhi standar dimensi kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Maksud dari program ini adalah membantu pemilik kendaraan perorangan serta mendukung program penertiban kendaraan over dimensi melalui proses normalisasi. Dengan demikian, kendaraan yang beroperasi dapat memenuhi spesifikasi teknis yang berlaku,” ujar Yono.

Menurut dia, program tersebut juga menjadi salah satu solusi atas aspirasi para pengemudi yang sebelumnya menyampaikan tuntutan terkait kendaraan ODOL.

“Ini merupakan salah satu bentuk bantuan dari Ibu Gubernur kepada teman-teman GSJT untuk menormalisasi armada, karena sebagian dari mereka merasa kesulitan melakukan normalisasi secara mandiri,” kata Yono.

Ia menambahkan, jumlah kendaraan yang diajukan untuk mengikuti program normalisasi melalui BPBD Jawa Timur mencapai 238 unit. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Untuk tahap awal pada 2025, normalisasi telah diselesaikan terhadap enam unit kendaraan. Pada 2026, pemerintah kembali mengalokasikan bantuan normalisasi bagi kendaraan milik anggota GSJT.

Baca juga: Kapolda Jatim dan Gubernur Panen Jagung di Green Farm Banyuwangi Penuhi Target Swasembada Pangan

“Kendaraan yang diserahkan hari ini telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi standar dimensi kendaraan yang berlaku,” ujar Yono.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur yang telah memberikan dukungan pembiayaan normalisasi kendaraan tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Gubernur Jawa Timur yang telah memberikan bantuan biaya normalisasi kepada teman-teman GSJT sekaligus mendukung program pemerintah pusat menuju zero ODOL pada 2027,” kata Yono.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada GSJT yang dinilai mampu menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung penataan sektor transportasi.

Baca juga: Gubernur dan Kapolda Jatim Resmikan Sarana Prasarana SMAN 2 Taruna Bhayangkara di Banyuwangi

Sementara itu, Koordinator GSJT Supriyono, yang akrab disapa Gus Pri, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas bantuan yang diberikan kepada para pengemudi.

“Kami dari Gerakan Sopir Jawa Timur sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, atas bantuan pembiayaan normalisasi kendaraan ODOL,” ujar Supriyono saat ditemui setelah acara.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menertibkan kendaraan over dimensi dan overload di wilayah Jawa Timur.

“Semoga ke depan tidak ada lagi kendaraan over dimensi dan overload di Jawa Timur. Kami juga berharap langkah yang dilakukan pemerintah daerah ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menangani persoalan kendaraan ODOL,” kata dia.

(@k47

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru