Kurir Diduga Sering Tolak COD, Layanan GTL Kembali Disorot

avatar redaksi

Surabaya || Metrosurya.com – Keluhan terhadap layanan GoTo Logistics GTL kembali mencuat. Seorang konsumen berinisial MA (50) mengungkap dugaan adanya kurir berinisial HAD yang kerap menolak pengantaran dengan metode pembayaran di tempat atau Cash on Delivery (COD).

Menurut MA, praktik tersebut terjadi berulang dan dinilai merugikan konsumen. Pasalnya, metode COD merupakan salah satu opsi pembayaran yang dipilih saat transaksi, namun tidak dijalankan saat proses pengiriman.

“Sering terjadi, kurir tidak menjalankan COD dan akhirnya pesanan dibatalkan atau dikembalikan ke penjual tanpa konfirmasi ke saya,” ujar MA, Selasa (23/3/2026).

MA menambahkan, dalam beberapa kasus, status pengiriman menunjukkan paket dikembalikan ke penjual tanpa penjelasan yang jelas. Kondisi ini disebut terjadi lebih dari satu kali dalam sebulan.

Dugaan penolakan COD oleh kurir dinilai bertentangan dengan komitmen layanan yang ditawarkan kepada konsumen. Selain itu, pembatalan sepihak tanpa komunikasi dinilai melanggar prinsip transparansi dan pelayanan yang baik.

Pengamat perlindungan konsumen menilai, jika terbukti, tindakan tersebut berpotensi melanggar hak konsumen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, khususnya terkait hak atas informasi yang benar dan layanan yang adil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak GTL terkait dugaan tersebut. Masyarakat berharap adanya klarifikasi serta evaluasi terhadap kinerja kurir dan sistem layanan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Kasus ini menjadi sorotan penting bagi perusahaan logistik untuk memastikan standar operasional berjalan konsisten, termasuk dalam penerapan metode pembayaran COD yang telah dipilih oleh konsumen saat bertransaksi. (@red)

IKLAN LOWONGAN
GM HENDRO

Berita Terbaru

PERBAKIN GRESIK