Pemerintah Desa Dumpiagung Gelar Musdes Laporan APBDes 2025 dan Penetapan KPM BLT DD 2026

avatar redaksi

Lamongan Metrosurya.com – Pemerintah Desa Dumpiagung, Kecamatan Kembangbahu, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang bertempat di aula Balai Desa Dumpiagung pada Selasa (10/02/2026). Agenda utama pertemuan ini adalah Laporan Realisasi APBDesa tahun anggaran 2025 serta Penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk tahun anggaran 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kembangbahu, di antaranya Camat Kembangbahu Arif Baktiar, Danramil, Kapolsek, serta Ketua BPD, jajaran RT/RW, Babinsa, dan tokoh masyarakat setempat. Turut hadir pula pejabat struktural kecamatan, termasuk Kasi PPM dan Kasipem terbaru, Ibu Aprilia (akrab disapa Bu Lia).

Dalam sambutannya, Camat Kembangbahu Arif Baktiar menekankan adanya perubahan regulasi yang cukup signifikan pada tahun ini. Hal senada disampaikan oleh Ketua BPD Dumpiagung, yang menyoroti penurunan pagu Dana Desa secara drastis. Jika pada tahun sebelumnya desa menerima anggaran sekitar Rp820 juta, tahun ini anggaran yang turun hanya berkisar di angka Rp320 juta. Penurunan ini menuntut pemerintah desa untuk lebih selektif dan fokus dalam pengalokasian dana, terutama mendukung program prioritas daerah seperti Jamula (Jalan Mantap dan Alus) di wilayah Kembangbahu.

Selain itu, pihak kecamatan mengapresiasi prestasi Desa Dumpiagung yang berhasil meraih Juara 2 dalam hal ketaatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bu Lia selaku Kasipem berharap kerja sama yang baik antara RT dan RW terus dipertahankan agar capaian PBB tahun ini tetap maksimal.

Kepala Desa Dumpiagung, Nuriyanto, memaparkan secara rinci rencana pembangunan desa ke depan. Di tengah keterbatasan anggaran, Pemdes mengalokasikan dana untuk perbaikan infrastruktur, di antaranya pembangunan jalan, gorong-gorong, serta rehabilitasi pasar desa termasuk pembuatan wastafel dan pagar keliling.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah rencana transformasi pasar desa menjadi kawasan "Pujasera".
"Kami berencana mengubah pasar desa menjadi Pujasera, apalagi lokasinya sangat strategis berhadapan dengan KDMP. Ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi warga," ujar Nuriyanto.

Di sisi pemberdayaan ekonomi, Kades Nuriyanto juga melaporkan keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dari hasil keuntungan yang diraih, BUMDes Dumpiagung telah merealisasikan pembelian 7 ekor sapi sebagai aset desa, dengan harga per ekor mencapai Rp15 juta. Langkah ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa lain dalam mengelola unit usaha desa secara mandiri dan berkelanjutan.
(Edi)

Baca Juga: Danramil 0812/08 Sambeng menjadi komandan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-Alun Lamongan

GM HENDRO
KARTIN JBTB

Berita Terbaru

fATHOL